Beranda Berita Semarang Warga Khawatir Denda Tilang Membengkak

Warga Khawatir Denda Tilang Membengkak

Pemberlakuan Denda E-Tilang CCTV Maksimal

Others

SEMARANG Diberlakukannya kebijakan e-tilang CCTV justru membuat sebagian masyarakat khawatir. Sebab, denda tilang menggunakan nilai maksimal. Otomatis nilai denda tilang tersebut akan lebih besar.  Namun sebagian lainnya setuju karena selama ini banyak pengendara ugal-ugalan di jalan raya. Adanya e-tilang CCTV diharapkan bisa sedikit ‘menakut-nakuti’ bagi pengendara ugal-ugalan.

Salah satu warga, Susilo Hadi, 45, saat dimintai komentar Jawa Pos Radar Semarang mengaku memberi apresiasi atas inovasi e-tilang CCTV.

“Itu bagus, ada inovasi baru. Tetapi, seharusnya dipersiapkan lebih matang. Misalnya, dalam hal denda e-tilang tersebut menggunakan nilai maksimal. Otomatis, akan membuat masyarakat kaget dan khawatir, denda bisa membengkak,” katanya

Dikatakannya, kalau ada pengendara melanggar lalu-lintas apapun bentuknya, kemudian dikenai denda maksimal, tentu akan membuat ketidakadilan.

“Belum lagi, kalau misalnya motor ini sudah saya jual kepada seseorang dalam kondisi belum balik nama. Kemudian seseorang yang membeli motor itu melanggar lalu-lintas dan terekam CCTV, maka yang akan ditilang adalah saya, karena surat kendaraan masih menggunakan atasnama saya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, petugas yang memantau CCTV mulai pukul 06.00 hingga 22.00. Artinya, kalau malam hari para pelanggar tidak ditindak. “Padahal kebanyakan pengendara ugal-ugalan justru malam hari lho. Balap liar misalnya. Nah, seharusnya di titik-titik yang rawan digunakan balap liar ini diberikan CCTV. Misalnya, di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Pahlawan, dan Jalan Soegijapranata,” katanya.

Anita Nur Fitriana, warga lain, mengaku setuju dengan adanya pemberlakuan e-tilang CCTV. “Saya nggak takut, ngapain takut. Kalau nggak mau ditilang ya jangan melanggar lalu lintas dong,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menargetkan akan terus menambah pengadaan fasilitas perangkat digital Area Traffic Control System (ATCS) di Kota Semarang. Saat ini, baru ada sebanyak 27 titik ATCS, di dalamnya terdapat Close Sirkuit Television (CCTV).

“Target kami setiap tahun menambah 25-50 titik ATCS di persimpangan yang terus kami bangun,” kata Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi, Kamis (21/9).

Dikatakannya, ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penerapan konsep smart city. “Harapannya supaya menjadi bagian dari digitalisasi Kota Semarang kaitannya dengan daya dukung penerapan smart city,” ujarnya.

Dengan model digitalisasi ini, lanjut Hendi, warga bisa lebih mudah untuk mengetahui kondisi lalu-lintas di Kota Semarang. Sebab, kondisi lalu-lintas tersebut bisa dipantau atau dilihat secara real time melalui aplikasi ATCS. Aplikasi ATCS tersebut bisa didowload secara gratis di play store Android. “Terutama saat akan bepergian, masyarakat bisa dilihat ATCS, bisa mencari jalur yang tidak macet,” katanya.

Selain untuk memantau arus lalu-lintas, fasilitas CCTV di ATCS ini dimanfaatkan untuk banyak hal, di antaranya untuk mendukung penerapan e-tilang CCTV. Para pelanggar lalu lintas yang terekam kamera pengintai ini bisa diketahui data identitas kepemilikan kendaraan. Kemudian petugas kepolisian akan menindaklanjuti untuk melakukan penilangan atas pelanggaran lalu lintas tersebut dengan cara mendatangi alamat rumah pelanggar. Saat ini, masih dalam proses sosialisasi. e-tilang CCTV akan diberlakukan mulai 25 September 2017 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik mengatakan, pelanggaran lalu-lintas apapun yang terekam CCTV bisa dijadikan sebagai alat bukti.

“Misalnya sedang nyetir sambil main handphone, sehingga mengganggu konsentrasi yang rentan mengakibatkan kecelakaan. Itu melanggar. Berhenti di tempat larangan, parkir di tempat larangan dan lain-lain,” bebernya.

Meski demikian, Khadik berharap penerapan e-tilang CCTV tersebut tidak perlu  membuat masyarakat resah. “Tidak perlu galau atau resah. Hal yang terpenting masyarakat berbudaya untuk menaati aturan berlalu lintas. Saya yakin semua masyarakat sudah paham tentang pentingnya disiplin berlalu lintas. Tujuan penerapan e-tilang CCTV ini untuk memberikan jaminan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna lalu lintas di Kota Semarang,” imbuhnya. (amu)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here