33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Sentil Anggaran Air Mancur Menari

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG–Rencana pembangunan air mancur menari (dancing fountain) yang dilakukan oleh Pemkot Magelang di area Alun-alun Kota Magelang dikritik, karena anggarannya super fantastis. Salah satu pengusaha, sekaligus mantan anggota DPRD Kota Magelang, Edi Sutrisno, menganggap anggaran pembangunan air mancur menari tidak rasional.

“Dulu, waktu saya menjabat sebagai anggota DPRD, Pemkot mengajukan pembangunan air mancur tahun 2013-2014 namun tidak disetujui. Waktu itu, anggaran yang diajukan sekitar Rp 1,5-1,8 miliar. Nah kok bisa sekarang bisa lolos dan bahkan anggaran mencapai Rp 4,9 miliar? Jumlah ini sungguh tidak rasional!” sentil Edi.

Edi menegaskan, pembangunan air mancur yang dilakukan Pemkot, dengan anggaran sangat besar, patut dipertanyakan. Sebab, lanjut Edi, saat ini industri atau usaha pembuatan air mancur menari harga alatnya cukup murah, yaitu Rp 500 juta hingga termahal Rp 1 miliar.

“Sebagai contoh air mancur menari di Kaliurang Yogyakarta, itu pembangunan dan alatnya tidak sampai Rp 1 miliar. Itu alat pengatur air mancur menari buatan Tiongkok, harganya di kisaran Rp 500 juta. Nah, di Kota Magelang anggaran kok sampai Rp. 4,9 miliar? Apa nanti ada bangunan di atasnya dan ada emasnya?” sentil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang tersebut. Selain mengkritik anggaran yang sangat fantastis, Edi menilai, pembangunan air mancur yang berada persis di depan Masjid Agung, tidak memperhatikan perspektif estetika dan etika.

Sebab, lanjut Edi, letaknya yang tepat berada di depan Masjid Agung, akan mengganggu aktivitas ibadah. “Kita lihat saat salat Idul Fitri maupun Idul Adha, di mana didepan area masjid hingga naik ke Alun-Alun digunakan untuk salat. Mana mungkin salat di belakang air mancur? Dan, apa nanti juga tidak basah?” ucap Edi.

Edi mengatakan, jika memang harus dan perlu dibangun air mancur menari dengan alasan menarik wisatawan dan sebagai ikon Kota Magelang, maka lokasinya bisa dibangun di bekas videotron. “Jika memang perlu dibangun, maka anggarannya tidak perlu sampai Rp 4,9 miliar, cukup Rp 1,5 miliar. Ini juga sebagai kritik kepada DPRD, kenapa bisa lolos anggaran sebesar itu?” tegas Edi.

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Magelang, Waluyo, saat diminta tanggapan terkait pembangunan air mancur menari, enggan berkomentar banyak. “Maaf Mas, itu ranah di Komisi C. Sebagai anggota DPRD saya tidak bisa berbicara banyak, ” kata Waluyo, singkat. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Besok, 35 Penerima Apresiasi Akan Hadir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 35 penerima apresiasi akan hadir pada malam puncak apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018 di Ballroom Hotel Aston, Jalan MT Haryono...

Rescue Perindo Jateng Gelar Fogging di 22 Kota

SEMARANG – Ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih meresahkan masyarakat. Hal ini mendorong banyak pihak turun langsung menangani dan mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes...

Berkas 14 Tersangka Akpol Dilimpahkan

SEMARANG- Berkas perkara 14 tersangka taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diduga menganiaya Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam hingga tewas telah dilimpahkan...

49 Orang Berlomba Jadi Pustakawan Terbaik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 49 pustakawan se-Kota Magelang mengikuti pemilihan pustakawan berprestasi tingkat Kota Magelang tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip)...

Kejurkab Munculkan Bakat Bulutangkis

MAGELANG – Pelaksanaan Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Bupati Cup VII Kab Magelang 2017 di GOR Djarum Magelang yang berakhir Minggu (17/12) kemarin, merupakan salah...

Kondisinya Memprihatinkan, Kini Dihuni 11 Warga

RADARSEMARANG.COM - Sebuah rumah tua berdiri tegak di kawasan perkampungan Bojongsalaman RT 03 RW VIII, Kecamatan Semarang Barat. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Jalan...