10 C
Semarang
Jumat, 20 November 2020

Ratusan Koperasi Abal-Abal akan Dibubarkan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

UNGARAN–Ratusan koperasi abal-abal di Kabupaten Semarang akan dibubarkan oleh Pemkab Semarang. Diduga koperasi-koperasi tersebut hanya ingin memanfaatkan dana hibah dari Pemkab Semarang sebesar Rp 25 juta.

“Sekarang 174 koperasi (yang dibubarkan, red), mungkin ke depan mencapai 200-an. Kami bubarkan, karena mereka tidak ada kegiatan alias abal-abal,” kata Bupati Semarang Mundjirin, Kamis (21/9) kemarin.

Selain mati suri, ratusan koperasi tersebut sudah tidak berpengurus sama sekali. Ada yang beberapa pengurusnya menghilang, adapula yang nama pengurusnya juga fiktif. Hal itu menjadikan Pemkab Semarang harus mengambil langkah tegas yaitu dengan pembubaran.

Dijelaskan Mundjirin, marak berdirinya koperasi disebabkan adanya dana hibah dari Pemkab Semarang sebesar Rp 25 juta per koperasi. “Itu awal mulanya berlomba-lomba mendirikan koperasi. Ternyata abal-abal dan hanya untuk memanfaatkan dana hibah,” katanya.

Jika jumlah koperasi sebanyak 200 lebih, sedangkan satu koperasi memperoleh dana hibah Rp 25 juta, setidaknya Pemkab Semarang sudah membuang uang sia-sia lebih dari Rp 500 juta. “SK Pembubaran sudah ada, tinggal eksekusi,” katanya.

Ironisnya, dari ratusan koperasi yang akan dibubarkan beberapa di antaranya yaitu KUD (Koperasi Unit Desa). Mundjirin menegaskan jika Pemkab Semarang akan membubarkan seluruhnya, karena dinilai sudah tidak ada aktivitas atau mati suri.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, M Natsir. Dari data Diskumperindag, jumlah koperasi di kabupaten saat ini sebanyak 668.

Koperasi yang masih aktif sebanyak 441 koperasi. Sementara jumlah koperasi yang masih rutin melaporkan adanya RAT (Rapat Anggota Tahunan), hanya sebanyak 140. “Sisanya tidak jelas. Ada yang dua tahun sekali melakukan RAT, ada yang tiga tahun sekali,” katanya.

Koperasi yang dibubarkan, karena lebih dari lima tahun tidak pernah melakukan dan melaporkan adanya RAT. Sebelum dibubarkan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan berupa teguran terhadap koperasi tersebut. “Jika koperasi diam, maka kami datangi ke alamat koperasi itu. Kalau sudah tidak aktif ya di tutup,” lanjutnya.

Saat ini pelaku koperasi di Kabupaten Semarang belum bisa melakukan publikasi RAT secara online. Artinya masih menggunakan metode manual, yaitu dengan melaporkan ke dinas setempat secara langsung. RAT sendiri dilakukan selama setahun sekali yaitu pada Desember. Untuk koperasi yang masuk jenis primer, harus melaporkan pembukuannya dari Januari hingga Maret. Sedangkan untuk koperasi sekunder maksimal Juli.

Sejak tiga tahun terakhir, ratusan koperasi abal-abal telah ditutup oleh Diskumperindag Kabupaten Semarang. Dijelaskan, banyaknya koperasi yang bermasalah dan akhirnya ditutup juga karena memiliki SDM yang tidak kompeten untuk melakukan pengelolaan. “Ada pula yang berdiri hanya memanfaatkan bantuan dari pemerintah, setelah dapat bantuan dan tidak bisa mengelola lantas hilang begitu saja,” ujarnya. (ewb/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...