DISELINGI BANYOLAN: Ustadz HM Syakirun memberikan ceramah dengan selingan komedi, agar para jamaah pengajian akbar Gebyar 1 Muharram 1439 Hijriyah di Alun-alun Kota Magelang tak merasa bosan, pada Rabu, (21/9) malam lalu (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).
DISELINGI BANYOLAN: Ustadz HM Syakirun memberikan ceramah dengan selingan komedi, agar para jamaah pengajian akbar Gebyar 1 Muharram 1439 Hijriyah di Alun-alun Kota Magelang tak merasa bosan, pada Rabu, (21/9) malam lalu (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang pada Rabu (20/9) malam menggelar pengajian akbar Gebyar 1 Muharram 1439 Hijriyah. Ribuan umat Islam Kota Magelang dan sekitarnya, memadati lokasi pengajian di Alun-Alun Kota.

Pengajian menghadirkan Ustadz HM Syakirun alias Abah Kirun, sosok yang lebih dikenal sebagai komedian ludruk asal Jawa Timur. Ribuan umat Islam duduk lesehan dengan alas yang dibawa masing-masing. Sebelumnya, warga dihibur Qasida Irama Melayu Magelang (Qasima).

Para personel Qasima mengenakan gamis brukat warna merah, kombinasi hijau botol. Untuk model hijab, Qasima memilih membiarkan beberapa sisi jilbab terurai dan menyematkan mahkota berwarna silver sebagai aksesorisnya. Grup musik perempuan itu membawakan puluhan lagu-lagu bernuansa religi. Malam itu, Qasima mampu menyihir para jamaah pengajian hingga membuat sebagian besar mereka ikut bernyanyi.

Sementara Abah Kirun dalam tausiahnya mengajak umat Islam di Kota Magelang dan sekitarnya untuk tetap menjaga silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama. Tausiah yang disampaikan Kirun, kerap mendapat sambutan tawa karena diselingi banyolan.

Dalam kesempatan itu, diumumkan infaq dan zakat yang dikumpulkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang. Sejak Januari hingga September, telah terkumpul dan Rp 1,3 miliar. Uang sebesar itu telah disalurkan untuk bantuan pendidikan, kesehatan, bedah rumah, permodalan maupun lainnya, bagi warga kurang mampu.

“Saya menyampaikan Baznas dibentuk awal 2017, baru sekitar 9 bulan, sudah terkumpul Rp 1,3 miliar. Sing sekeng (tidak mampu) ora duwe modal, dibantu. Ini semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di hadapan ribuan jamaah pengajian.

Sigit berharap, Kota Magelang semakin bersih, kondusif, dan aman. Pihaknya berpesan kepada warga agar jangan mudah terpancing dengan provokasi maupun isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan. (put/isk)