33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Kirab Budaya Sambut Tahun Baru Islam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MERTOYUDAN—Kirab budaya keliling desa pada Rabu (20/9) malam, menandai Tahun Baru Islam 1 Muharram. Kirab diikuti warga Dusun Nepak 2, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sebelumnya, warga menggelar doa bersama.

Kepala Desa Bulurejo, Agus Budi Santosa menjelaskan, menyambut Tahun Baru Islam, ratusan warga Dusun Nepak 2 selalu melaksanakan doa bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan arak-arakan kesenian daerah.

Dikatakan, ada sekitar 20 tim kesenian yang turut dalam kirab. Di antaranya, kesenian jatilan, kubro, topeng ireng, joget anak, serta iring-iringan dari TPA Al-Barokah. “Tahun ini, saya rasa lumayan meriah. Terus ada gunungannya juga,” kata Agus.

Arak-arakan melintasi rute dari lapangan Dusun Nepak 2 Jalan Sultan Agung, melewati rumah kades, dan berhenti di lapangan Bulurejo. “Arak-arakan kesenian ini, semuanya swadaya dari masyarakat dan sudah menjadi kegiatan turun menurun.” Ia bersyukur, anak-anak hingga orang tua antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, sekitar 250 orang mengikuti peringatan malam 1 Suro yang digelar Paguyuban Kebudayaan Jawa Tunggul Sabdo Jati Doyo Among Rogo di Desa Dieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Rabu (20/9) malam. Dalam kegiatan yang dihadiri Wakapolsek Kejajar Iptu Haryadi ini, digelar doa bersama yang menyediakan tumpeng 7 warna. Doa bersama dipimpin oleh sesepuh paguyuban, Rusmanto.

“Dengan dilakukan acara ritual 1 Suro 1439 ini, diharapkan kehidupan tahun–tahun mendatang akan lebih baik di banding tahun lalu dan masyarakat Indonesia semakin mempererat dan bersatu berbagai agama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” kata  Rusmanto.

Usai doa bersama, pada pergantian tahun pukul 00.00 WIB, digelar ritual pelarungan di Telaga Warna. Kemudian para peserta berdoa dan menyepi di puncak gunung Paku Wojo Desa Dieng. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tuding DPRD Mencla-Mencle

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Magelang, Kamis (8/3) pukul 13.00, menggeruduk gedung DPRD setempat. Selain...

Minta Tarif Tol Diturunkan

UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang mengritik besaran tarif tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga yang dinilai terlalu mahal. Anggota DPRD Kabupaten...

Coca-Cola Ajak Manfaatkan Sampah

SEMARANG – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, kemarin Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) mengajak masyarakat di sekitar pabrik CCAI Semarang untuk mengelola dan memanfaatkan sampah...

Perjuangkan Ganti Untung Warga Kebonharjo

SEMARANG- Permasalahan warga Kebonharjo, Semarang Utara mulai menemukan titik temu. Pertemuan lanjutan dari Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI sudah diagendakan Kementerian Perekonomian Republik...

Warga Kecambil, Gebang Dikejutkan Temuan Mayat

PURWOREJO— Rabu (19/9) sore lalu, warga Dusun Kecambil, Kelurahan Lugosobo RT 01/ RW 04 Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, dikejutkan dengan temuan mayat mengapung di...

Hamil 8 Bulan, Selingkuhan Dibunuh

MUNGKID—Aksi pembunuhan keji dilakukan oleh Ahmad Fauzi, 51, warga Dusun Jetis, Desa Umbulsari, Kecamatan Windusari. Korbannya tetangga sendiri yang juga selingkuhannya, Sumiyati, 40. Aksi...