Kelompok Pembinaan Tak Kalah Sengit

BIBIT UNGGUL: Brandon Giovanni Purwoko saat tampil di kelompok pra dini kemarin (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BIBIT UNGGUL: Brandon Giovanni Purwoko saat tampil di kelompok pra dini kemarin (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Melatih pebulutangkis usia pra dini membutuhkan tenaga ekstra dibanding umur di atasnya. Pasalnya, selain mengajarkan taktik dan strategi, pelatih juga harus selalu memompakan semangat kepada para pemain usia di bawah 8 tahun ini.

Hal ini sangat dirasakan Endah, pelatih PB Delta Purwokerto. Ia harus mampu menjaga mood dari anak didiknya agar tetap fokus pada jalannya pertandingan.”Karena anak kecil itu masih susah diatur dan nggak bisa dipaksa. Mood nya juga sering berubah-ubah, sehingga kita harus sabar,” ujar perempuan yang menerjunkan dua pebulu tangkis dari clubnya yaitu Raffi Tri Afrizal dan Brandon giovani di kelompok pra dini.

Meskipun demikian ia sangat senang ketika pebulutangkisnya mampu menundukkan lawannya. Menjadi kebanggaan tersendiri ketika anak didiknya bisa memenangkan pertandingan.

”Tadi (kemarin, red) lawan PB Hamas dari Kendal menang. Meskipun harus terus nyemangatin dari belakang,” kata dia usai mendampingi Brandon, pemain dari Purwokerto yang masuk di kelas Pra Usia Dini Putra.

Brandon Giovanni Purwoko dalam pertandingannya mampu mengalahkan Nizar Zumi Alrohma dari Kendal dengan skor 21-18, 21-17. Melihat lawannya kurang cakap menguasai bola di belakang, Brandon selalu memberikan servis tinggi yang gagal dikembalikan lawan dan selalu menambah poin bagi dirinya.

Kemarin, Rabu (21/9) merupakan hari pertama dilangsungkannya Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Open ke-44 di GOR Universitas Smearang (USM). Sejumlah klub mengikuti kejuaraan ini dengan mengikutsertakan pebulutangkisnya. Sejumlah klub datang dari berbagai daerah seperti Kudus, Demak, Salatiga, Solo, Jogja, pemalang, Pekalongan, Purwokerto dan beberapa Kota lainnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengkot PBSI Semarang, Doddy Kridasaksana mengatakan bahwa Kejuaraan open ini merupakan upaya pengurus PBSI Kota Semarang meningkatkan kemampuan dan prestasi pemain kota Semarang sehingga dapat bersaing dengan Kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.”Kota Surabaya selama ini sudah ada kejuaraan tingkat Nasional yang rutin digelar. Kita tentunya juga berusaha agar tidak tertinggal,” ujarnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here