32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Rela Desak-Desakan Demi Sebungkus Nasi

KENDAL—Ribuan warga berebut nasi suro dalam peringatan atau haul Sunan Abinowo. Bahkan, mereka rela berdesak-desakkan hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi dengan lauk mi goreng dan kering tempe di Makam Pekuncen, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon.

Ribuan warga tersebut sudah datang sejak pagi. Acara dimulai dengan pembacaan doa dan tahlil. Sementara pembagian nasi, baru dilakukan menjelang pukul 12.00. Mereka menunggu pembagian nasi yang dilakukan usai didoakan ulama setempat. Selain berebut nasi suro, warga juga berziarah dan mengambil air suci dari gentong di dalam masjid. Air suci yang ditampung dalam guci peningggalan Sunan Abinowo ini, konon tidak pernah habis airnya.

Sejumlah petugas keamanan disiapkan untuk mengantisipasi keributan, saat aksi pembagian nasi. Selesai didoakan oleh kiai setempat, ribuan warga mulai merangsek ke depan lokasi pembagian nasi. Aksi saling dorong dan berebut, tidak dapat dihindarkan.

Dari pihak panitia mengaku telah menyiapkan 10 ribu nasi bungkus yang berisi lauk mi dan sambal goreng. Akibat aksi desak-desakan dan saling dorong tersebut, banyak ibu-ibu yang terjepit dan terdorong warga yang ingin mendapatkan nasi bungkus ini.

Suasana berubah menjadi ricuh karena warga yang berada di barisan belakang merangsek kedepan.  Hasilnya, warga yang berada di depan terjepit. 10 ribu nasi bungkus tersebut lansung ludes dalam hitungan menit.

Warga rela berdesakan dan saling berebut karena meyakini bisa membawa berkah selama memasuki tahun baru Islam. “Nasi bungkus yang didapat akan dikeringkan untuk kemudian ditebar di sawah, agar hasil panen melimpah. Selain itu, sebagian dicampur dengan nasi yang dimasak agar mendapatkan berkah,” kata Khofifah, 43, warga Sojomerto.

Ia mengakui, butuh perjuangan untuk dapat nasi bungkus ini. Bahkan ia harus rela sandalnya putus dan hilang karena aksi desak-desakan dan saling dorong tersebut. “Sebagian nasinya saya makan bersama anak, sisanya nanti dikeringkan dan disebar di sawah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas sedikit kewalahan menahan warga yang saling berebut meminta jatah nasi bungkus. “Tiap tahun jumlah nasi selalu ditambah, karena warga yang datang terus meningkat,” kata Rohmat, panitia. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here