33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Semangat Kebhinekaan Harus Dipertahankan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada 100 peserta yang terdiri dari Pengurus Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), DPD dan DPC PAN di Resto Ongklok, Rabu (20/9). Dalam sosialisasi tersebut, ia menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat mengamini 4 pilar bangsa sebagai falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Bekal 4 pilar tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang cukup kuat dan disegani oleh negara lain. Indonesia, kata dia, bukan hanya dipandang sebagai negara dengan wilayah yang sangat luas, penduduknya yang sangat banyak, juga kekayaan yang melimpah. Lain daripada itu Indonesia merupakan negara yang memiliki semangat persatuan dan kesatuan yang tinggi, dan sulit dipecah belah.

“Pendiri bangsa telah mewariskan pegangan hidup bagi warga masyarakat Indonesia, tentang bagaimana tata cara berbangsa dan negara. Yaitu, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45 dan NKRI,” katanya.

Diuraikan, tanpa semangat kebhinekaan, Indonesia sangat riskan terpecah belah. Terlebih, melihat teritorial wilayah Indonesia yang terdiri dari kepulauan, bersuku-suku, adat, dan budaya yang beragam. Oleh karena itu, perbedaan yang ada di Indonesia memang menjadi niscaya, tak perlu diributkan. Yang menjadi tanggung jawab bersama adalah bagaimana mempertahankan semangat kebhinekaan, agar Indonesia tetap bersatu di tengah ancaman-ancaman yang belakangan ini merebak.

Selain itu, ia juga menyebut, Pancasila sebagai ideologi negara cukup ampuh dan telah terbukti, membentengi bangsa dari paham dan ideologi baru yang akan merusak tatanan keharmonisan bangsa Indonesia. Telah banyak contoh negara yang tidak memiliki  ideologi yang kuat kemudian hancur tercerai berai dampak dari datangnya ideologi baru yang merusak keharmonisan. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kospin Jasa Direstui Salurkan KUR

PEKALONGAN-Dinilai menjadi salah satu koperasi besar yang sehat di Indonesia, Kospin Jasa direstui pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal tersebut diungkapkan langsung...

Sawah Warga Terancam Puso

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Areal persawahan warga di tiga desa di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, terancam puso. Hal itu sebagai dampak areal persawahan dan ladang...

Jalan Tol Bawen- Salatiga Diujicobakan

SALATIGA - Jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer diujicobakan, Jumat (15/9) sore. Manajer Operasional TMJ, Fauzi  AR menyatakan tol diuji coba...

Dua Kakek Berduel, Satu Tewas

KENDAL—Apa jadinya jika dua kakek beradu kekuatan. Ya, itulah yang terjadi antara dua kakek Mudri, 78 dengan Ruswan, 71 di Panti Pelayanan Sosial, Cepiring....

Pemasangan APK Terkendala Bambu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk dua pasangan calon (paslon) yang berlaga di bursa Pilgub Jateng 2018, terkendala jumlah bambu. Saat...

Tiga Warga Tiongkok Ditangkap di Pecinan

SEMARANG - Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok ditangkap tim gabungan Kantor Imigrasi Semarang dan petugas Kesbangpol Provinsi Jateng. Ketiganya diamankan lantaran menyalahgunakan...