33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Film Baru untuk Persatuan Bangsa

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

SEMARANG—Presiden Joko Widodo telah menggulirkan wacana untuk membuat film baru sejarah peristiwa 30 September 1965 terkait pro dan kontra penutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI. Perlu mengintegrasikan narasi-narasi baru untuk membuat film yang menyelesaikan masalah-masalah masa lalu demi menatap masa depan bangsa.

“Karena film itu sendiri (Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI, red) kan dibuat tahun 1984, sudah lama sekali. Sudah ada bukti-bukti baru, temuan-temuan cerita yang selama ini tak pernah didengar, ini mesti diintegrasikan,” tutur Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Hilmar Farid usai melantik pengurus MSI Cabang Jawa Tengah Periode 2017-2022 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (20/9).

Farid sepakat dengan wacana presiden Jokowi untuk membuat film baru tentang G 30 S. Tapi yang perlu ditekankan adalah tujuan dari pembuatan film tersebut. “Arahnya kalau menurut saya, (untuk) persatuan (bangsa). Kita ingin menyelesaikan warisan masa lalu. Semangatnya ini. Kita ingin menyelesaikan masa lalu agar bisa melangkah ke depan,” tutur pria yang juga Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Mengintegrasikan berbagai narasi tentang peristiwa G 30 S sangat perlu dilakukan karena hasilnya nanti akan dipaparkan pada generasi yang sama sekali tak punya kaitan dengan salah satu periode sejarah Indonesia tersebut. Pemerintah, menurutnya, mampu melaksanakan tersebut. Sebab pemerintah memiliki akses penuh pada arsip-arsip yang ada. Dan yang tak kalah penting, pembuat film merupakan orang-orang yang punya kompetensi di perfilman.

Perlu ada upaya bersama untuk mengumpulkan narasi yang ada dengan satu tujuan, persatuan bangsa. Agar tak ada lagi dendam-dendam sejarah dan tak ada persoalan yang belum selesai di antara unsur-unsur masyarakat.

“Yang terjadi sekarang kita hanya buang waktu terlalu banyak. Kalau lihat komentar-komentar itu, seperti orang yang tidak baca apa yang sudah dihasilkan selama 30 tahun terakhir,” kata Farid. (ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Mantan Kepala UPTD Kasda Jadi Tersangka

SEMARANG - Satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi uang kas daerah (kasda) Rp 22 miliar milik Pemerintah Kota Semarang. Setelah menetapkan Dia Ayu Kusumaningrum,...

Wakil Limbangan Siap Tampil

KENDAL - Meskipun berada di daerah pinggiran, sekolah- sekolah di Kecamatan Limbangan tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya dari daerah  yang sebagian besar wilayahnya...

Penanganan Bencana Alam Tak Maksimal

SEMARANG-Penanganan bencana alam di berbagai daerah di Jateng menghadapi persoalan klasik, yakni masalah kewenangan. Akibatnya, meski lokasi di Jateng, tapi kewenangannya Pemerintah Pusat, sehingga...

Hapus Kesan Anjing Garang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan pecinta anjing jenis Pitbull dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Lapangan Polrestabes Semarang, Minggu (28/1). Dengan membawa anjing kesayangannya,...

Gasak 21 Motor Lewat Situs Jual Beli

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tiga pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor berhasil diringkus aparat Polsek Pedurungan. Selama satu tahun beraksi, para tersangka berhasil membawa kabur...

Hari Pertama Operasi, Jaring 224 Pelanggar Lalin

BATANG-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batang resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin. Operasi...