33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Film Baru untuk Persatuan Bangsa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG—Presiden Joko Widodo telah menggulirkan wacana untuk membuat film baru sejarah peristiwa 30 September 1965 terkait pro dan kontra penutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI. Perlu mengintegrasikan narasi-narasi baru untuk membuat film yang menyelesaikan masalah-masalah masa lalu demi menatap masa depan bangsa.

“Karena film itu sendiri (Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI, red) kan dibuat tahun 1984, sudah lama sekali. Sudah ada bukti-bukti baru, temuan-temuan cerita yang selama ini tak pernah didengar, ini mesti diintegrasikan,” tutur Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Hilmar Farid usai melantik pengurus MSI Cabang Jawa Tengah Periode 2017-2022 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (20/9).

Farid sepakat dengan wacana presiden Jokowi untuk membuat film baru tentang G 30 S. Tapi yang perlu ditekankan adalah tujuan dari pembuatan film tersebut. “Arahnya kalau menurut saya, (untuk) persatuan (bangsa). Kita ingin menyelesaikan warisan masa lalu. Semangatnya ini. Kita ingin menyelesaikan masa lalu agar bisa melangkah ke depan,” tutur pria yang juga Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Mengintegrasikan berbagai narasi tentang peristiwa G 30 S sangat perlu dilakukan karena hasilnya nanti akan dipaparkan pada generasi yang sama sekali tak punya kaitan dengan salah satu periode sejarah Indonesia tersebut. Pemerintah, menurutnya, mampu melaksanakan tersebut. Sebab pemerintah memiliki akses penuh pada arsip-arsip yang ada. Dan yang tak kalah penting, pembuat film merupakan orang-orang yang punya kompetensi di perfilman.

Perlu ada upaya bersama untuk mengumpulkan narasi yang ada dengan satu tujuan, persatuan bangsa. Agar tak ada lagi dendam-dendam sejarah dan tak ada persoalan yang belum selesai di antara unsur-unsur masyarakat.

“Yang terjadi sekarang kita hanya buang waktu terlalu banyak. Kalau lihat komentar-komentar itu, seperti orang yang tidak baca apa yang sudah dihasilkan selama 30 tahun terakhir,” kata Farid. (ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Asal Unggah Informasi di Medsos

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Temanggung, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Temanggung menyepakati membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpada (Gakkumdu). Keberadaan Gakhumdu untuk mengantisipasi...

Akuntansi Pemerintahan Era Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - Saat ini istilah disruption atau disrupsi makin marak di Indonesia. Sejalan dengan tumbangnya beberapa pelaku bisnis yang sempat jaya beberapa tahun yang...

Jalan Provinsi Dilebarkan Bertahap

SEMARANG - Ruas jalan Jepara-Kedungmalang-Pecangan yang panjangnya sekitar 25 km kini statusnya tak lagi menjadi jalan kabupaten. Jalan tersebut berubah status menjadi jalan provinsi....

Berharap Magelang Tetap Kondusif

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito berharap pasca-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, Rabu, (27/6), Kota Magelang tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman...

Menolak Diajak Mabuk, Teman Dibacok Sabit

DEMAK-Aksi penganiayaan menimpa Niko Irwan, 26, warga Desa Brumbung, RT 4 RW 2, Kecamatan Mranggen. Pelaku diketahui bernama Ryan Ariyanto, 23, warga Desa Bandungrejo...

Unggulan Satu Dini Putra Semarang Maju Final

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Predikat seeded unggulan satu yang disandang Hibram Putra dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) Tugu Muda Semarang, mampu dijawab dengan meraih tiket final tunggal...