33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Film Baru untuk Persatuan Bangsa

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG—Presiden Joko Widodo telah menggulirkan wacana untuk membuat film baru sejarah peristiwa 30 September 1965 terkait pro dan kontra penutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI. Perlu mengintegrasikan narasi-narasi baru untuk membuat film yang menyelesaikan masalah-masalah masa lalu demi menatap masa depan bangsa.

“Karena film itu sendiri (Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI, red) kan dibuat tahun 1984, sudah lama sekali. Sudah ada bukti-bukti baru, temuan-temuan cerita yang selama ini tak pernah didengar, ini mesti diintegrasikan,” tutur Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Hilmar Farid usai melantik pengurus MSI Cabang Jawa Tengah Periode 2017-2022 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (20/9).

Farid sepakat dengan wacana presiden Jokowi untuk membuat film baru tentang G 30 S. Tapi yang perlu ditekankan adalah tujuan dari pembuatan film tersebut. “Arahnya kalau menurut saya, (untuk) persatuan (bangsa). Kita ingin menyelesaikan warisan masa lalu. Semangatnya ini. Kita ingin menyelesaikan masa lalu agar bisa melangkah ke depan,” tutur pria yang juga Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Mengintegrasikan berbagai narasi tentang peristiwa G 30 S sangat perlu dilakukan karena hasilnya nanti akan dipaparkan pada generasi yang sama sekali tak punya kaitan dengan salah satu periode sejarah Indonesia tersebut. Pemerintah, menurutnya, mampu melaksanakan tersebut. Sebab pemerintah memiliki akses penuh pada arsip-arsip yang ada. Dan yang tak kalah penting, pembuat film merupakan orang-orang yang punya kompetensi di perfilman.

Perlu ada upaya bersama untuk mengumpulkan narasi yang ada dengan satu tujuan, persatuan bangsa. Agar tak ada lagi dendam-dendam sejarah dan tak ada persoalan yang belum selesai di antara unsur-unsur masyarakat.

“Yang terjadi sekarang kita hanya buang waktu terlalu banyak. Kalau lihat komentar-komentar itu, seperti orang yang tidak baca apa yang sudah dihasilkan selama 30 tahun terakhir,” kata Farid. (ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kedewasaan Politik Bakal Diuji

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pilgub bisa dibilang uji kedewasaan politik masyarakat. Bagaimana semua komponen masyarakat, aparat keamanan, bahkan kandidat, bisa menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan....

Telat Pajak, Bukan Kewenangan Polisi

SEMARANG - Apabila pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor mati, ternyata petugas Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) dilarang untuk melakukan penilangan, bahkan sanksi pidana...

PNS pun Manfaatkan Tarif Buruh Rp 1.000

SEMARANG—Sejak diluncurkan awal Juli lalu, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor I Stasiun Tawang-Terminal Bawen telah memikat masyarakat. Hampir setiap hari selalu penuh...

Pembangunan Sektor Energi Lampu Kuning

SOLO-Pembangunan sektor energi dalam status lampu kuning. Penyebabnya,  sulit keluar dari pola pikir myopic (lamur atau tidak jelas), jangka pendek, dan terlalu pragmatis. Mantan Menteri...

Atletik Ditutup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang (GOR TLJ) telah dibuka untuk umum. Namun, khusus lapangan atletik memang masih belum bisa dimanfaatkan secara...

Polda Tetapkan 14 Tersangka Atas Tewasnya Muhammad Adam

SEMARANG – Setelah melakukan investigasi dan olah TKP di gudang flat A taruna tingkat III, Polda Jateng akhirnya menetapkan 14 tersangka atas kasus penganiayaan yang...