33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Bagikan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG– Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti memusnahkan 91 unit alat tangkap ikan jenis Troll, Arad atau Sodo, di halaman kantor Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kota Semarang, Rabu (20/9)..

Selain memusnahkan alat tangkap, Susi juga memberikan bantuan alat tangkap baru yang ramah lingkungan berupa Jaring Insang atau Gillinet Milenium berjumlah 690 paket kepada nelayan Pantai Utara (Pantura).

Pemberian alat tersebut didampingi oleh Dirjen perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, anggota komisi IV DPR RI serta Muspida setempat. Dalam kesempatan tersebut Susi mengatakan bahwa bantuan pemerintah ini sangat membantu nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi pengganti alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan.

Pemberian penggantian alat tangkap ikan dilakukan di seluruh sentra nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Targetnya akhir tahun ini nelayan sudah menerima alat penangkapan yang ramah lingkungan. “Jadi tidak hanya di Jateng saja, tetapi beberapa tempat yang menjadi sentra yang masih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,” tegasnya.

Susi menjelaskan, yang membedakan antara Troll, Arad atau Sodo dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan adalah pada mata jaringnya yakni untuk Troll, Arad atau Sodo mata jaringnya sempit sehingga membuat ikan yang kecil bisa tertangkap.

Tetapi kalau alat tangkap ramah lingkungan mata jaringnya yang agak lebar sehingga hanya ikan-ikan yang tertentu dan besar bisa tertangkap. “Kalau Troll, Arad atau Sodo itu ditarik sehingga merusak trumbu karang dan ikan kecil ikut tertangkap sehingga akan habis dan justru merugikan nelayan,” tambahnya.

Susi menambahkan, alat tangkap ikan tersebut ditujukan kepada nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 GT.  Syarat lainnya memiliki kartu nelayan yang tergabung dalam koperasi.

Selain itu Menteri juga menyerahkan secara simbolis klaim asuransi nelayan dengan total Rp 1,2 miliar. Santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta, apabila meninggal dunia Rp 100 juta. Apabila mengalami cacat tetap Rp 20 juta untuk biaya pengobatan.

“Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” paparnya. (hid/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Membantu Pemudik Kapal

MEMBANTU PEMUDIK KAPAL: Seorang anggota Polisi Polda Jateng membantu membawakan barang-barang penumpang KM Egon asal Kumai Kalimantan Tengah berjalan usai tiba di Pelabuhan Tanjung...

Masih Hidup, Pele Dikabarkan Meninggal

JawaPos.com – Beberapa hari terakhir, linimasa media sosial digemparkan kabar meninggalnya Pele. Pemain sepak bola asal Brasil itu dikabarkan mengembuskan napas terakhir di salah...

Rp 438 Juta untuk Guru PAUD

MUNGKID-- APBD Kabupaten Magelang menganggarkan Rp 438 juta untuk membantu transportasi guru PAUD. Mereka akan menerima bantuan Rp 150 ribu per bulan. "Jumlahnya memang belum...

PKL Tujuh Kelurahan Rata Tanah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Terkait percepatan pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Dinas Perdagangan Kota Semarang telah melakukan pembongkaran bangunan di tujuh kelurahan. Dari 12 kelurahan...

Varian Vario Paling Diminati

SEMARANG – Honda Vario menjadi kendaraan yang paling diminati masyarakat Jateng saat ini. Sepanjang tahun lalu, di 22 kabupaten wilayah pemasaran main dealer Astra...

Bangun Jalan Permudah Akses Wisata Watu Layah

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 300 warga Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan dilibatkan dalam gotong-royong program padat karya tunai (PKT) 2018  BNI Kantor Cabang Temanggung. Padat...