32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Bus Terguling, 1 Tewas, 4 Luka

KENDAL—Sebuah kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa terjadi di Jalur Pantura Jalan Arteri Soekarno-Hatta tepatnya di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota, Rabu (20/9). Sebuah bus Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) terguling sehingga menyebabkan 1 orang tewas seketika dan 4 lainnya terluka.

Dari saksi mata di lapangan menyebutkan, bus jurusan Sukorejo Kendal-Mangkang Kota Semarang dengan nomor polisi H 1527 BD tersebut ngebut dengan kecepatan tinggi. Saat di tikungan tajam Kelurahan Ketapang, sopir tak mampu mengendalikan bus hingga menabrak median jalan dan terguling.

Kerasnya benturan  membuat 2 roda depan bus yang dikemudikan Yoyok Nugroho  tersebut terlepas. Satu penumpang tewas seketika setelah terpental dan tertimpa bodi bus yang terguling. Korban tewas diketahui bernama Triyanti, 20, warga Cepiring Kendal. Sedangkan empat penumpang lain yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal.

“Bus sejak dari Weleri itu sudah ngebut. Puncaknya saat di tikungan jalan Ketapang, bus oleng ke kanan dan menabrak median jalan,” kata Suyati, 42, salah seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan maut tersebut.

Sementara sopir bus, Yoyok mengaku, kemudi bus tidak bisa digerakkan saat melaju di tikungan. Sehingga begitu sampai tikungan, menabrak median jalan. “Kalau kecepatannya, menurut saya tidak terlalu kencang. Cuma pas di tikungan kemudinya tidak bisa digerakkan akhirnya menabrak median dan terguling,” akunya.

Warga Purwodadi ini mengatakan, sebelumnya, bus yang dikemudikannya tidak ada masalah. Bahkan sebelum berangkat ia melakukan pengecekan terhadap kondisi mesin, rem maupun lampu. “Semua normal, tapi tidak tahu ketika sampai tikungan tadi, kemudi tidak bisa dibelokkan,” kata Yoyok.

Kanit Laka Polres Kendal Ipda Eko Saefudin menjelaskan, saat kejadian bus mengangkut 25 orang.  “Dari keterangan saksi, bus melaju cukup kencang. Tapi dari informasi yang kami peroleh dari penuturan  sopir, bus melaju dengan kecepatan antara 60 hingga 70 kilometer perjam.” Katanya.

Kecelakaan ini membuat Jalur Pantura mengalami kemacetan panjang saat menunggu bus dievakuasi dengan mobil derek.

Kemacetan tampak mulai Brangsong-Kendal sepanjang 2-3 kilometer. Sementara dari arah Semarang-Kendal, macet sepanjang 5 kilometer.

Salah seorang pengguna jalan yang terjebak kemacetan, Umar Faruk harus terlambat kerja karena kemacetan panjang tersebut. “Kerja masuk pukul 07.30 WIB, sementara ini pukul 08.00 WIB masih terjebak macet,” katanya.

Kasus kecelakaan ini dalam penanganan Satuan Lalu Lintas Polres Kendal. Yoyok juga telah diamankan ke Polres Kendal untuk diperiksa. Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi dan penumpang bus. “Selain itu mengamankan bangkai bus sebagai barang bukti,” kata Eko. (bud/ton

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here