32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Bagikan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

SEMARANG– Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti memusnahkan 91 unit alat tangkap ikan jenis Troll, Arad atau Sodo, di halaman kantor Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kota Semarang, Rabu (20/9)..

Selain memusnahkan alat tangkap, Susi juga memberikan bantuan alat tangkap baru yang ramah lingkungan berupa Jaring Insang atau Gillinet Milenium berjumlah 690 paket kepada nelayan Pantai Utara (Pantura).

Pemberian alat tersebut didampingi oleh Dirjen perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, anggota komisi IV DPR RI serta Muspida setempat. Dalam kesempatan tersebut Susi mengatakan bahwa bantuan pemerintah ini sangat membantu nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi pengganti alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan.

Pemberian penggantian alat tangkap ikan dilakukan di seluruh sentra nelayan yang masih menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan. Targetnya akhir tahun ini nelayan sudah menerima alat penangkapan yang ramah lingkungan. “Jadi tidak hanya di Jateng saja, tetapi beberapa tempat yang menjadi sentra yang masih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,” tegasnya.

Susi menjelaskan, yang membedakan antara Troll, Arad atau Sodo dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan adalah pada mata jaringnya yakni untuk Troll, Arad atau Sodo mata jaringnya sempit sehingga membuat ikan yang kecil bisa tertangkap.

Tetapi kalau alat tangkap ramah lingkungan mata jaringnya yang agak lebar sehingga hanya ikan-ikan yang tertentu dan besar bisa tertangkap. “Kalau Troll, Arad atau Sodo itu ditarik sehingga merusak trumbu karang dan ikan kecil ikut tertangkap sehingga akan habis dan justru merugikan nelayan,” tambahnya.

Susi menambahkan, alat tangkap ikan tersebut ditujukan kepada nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 GT.  Syarat lainnya memiliki kartu nelayan yang tergabung dalam koperasi.

Selain itu Menteri juga menyerahkan secara simbolis klaim asuransi nelayan dengan total Rp 1,2 miliar. Santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta, apabila meninggal dunia Rp 100 juta. Apabila mengalami cacat tetap Rp 20 juta untuk biaya pengobatan.

“Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp 160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta,” paparnya. (hid/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here