33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Usai Doa Arwah, Dilanjut Bakti Sosial

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO–Umat Tri Dharma di Kelenteng Hok Hoo Bio, Selasa (19/9) kemarin, menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga miskin. Kegiatan ini rangkaian dari peringatan King Hoo Ping atau Ulambana yang jatuh tiap tanggal 26 bulan 7 Imlek (kalender Tiongkok).

Sebelumnya, pada pagi hari, umat Tri Dharma melakukan ritual sembahyang King Hoo Ping atau doa untuk para arwah umum. Ritual digelar di halaman kelenteng, tepatnya di dua altar. Altar pertama, berisi sesaji beragam kue, nasi, dan ingkung. Altar tersebut merupakan tempat sembahyang Tiong Gwan. Yakni, sembahyang untuk leluhur para keluarga. Sedangkan altar kedua yang ukurannya lebih lebar, juga berisi sesaji dari beragam minuman. Altar ini untuk sembahyang arwah umum.

Usai sembahyang, siang hari pukul 13.00, sejumlah warga umum mulai berdatangan. Sedikitnya, 1.500 orang membawa kupon pengambilan sembako. Sasaran pembagian, warga kampung yang berdomisili di seputar kelenteng serta warga pasar. Di antaranya, buruh gendong dan buruh angkut barang di Pasar Induk.

Pemimpin sembahyang, Hasan Aqli, mengatakan, pada bulan 7 tahun Imlek, dalam keyakinan umat Tri Dharma, merupakan bulan di mana pintu surga dibuka. Karenanya, dilakukan proses sembahyang sejak tanggal 15. Umat melakukan sembahyang Tiong Gwan untuk para leluhur mereka. “Proses sembahyang Tiong Gwan digelar di rumah masing-masing.”

Sedangkan puncaknya, pada tanggal 29 bulan 7 Imlek, digelar King Hoo Ping. Yakni, sembahyang untuk mendoakan arwah yang sudah meninggal. “Doa ini diberikan kepada semua arwah, tidak memandang suku dan agama selama di bumi.”

Ketua Yayasan Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardianto menambahkan, setelah proses sembahyang, maka dilakukan bakti sosial sebagai wujud syukur. Berupa pembagian sembako. Paket sembako berisi beras, mi, garam, serta gula teh. Ada 1.500 paket sembako.

Untuk menghindari kericuhan, pihak yayasan sudah membagikan 1.500 kupon kepada warga miskin. Sedangkan 200 paket sembako sebagai persediaan antisipasi jika ada warga miskin yang belum mendapatkan kupon. Menariknya, panitia tidak melulu warga kelenteng. Namun juga disengkuyung oleh Komunitas Pelangi Hidup Rukun yang berasal dari lintas agama. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudirman Komitmen Berantas Korupsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Sudirman Said-Ida Fauziyah berkomitmen untuk memberantas korupsi. Selain itu, persoalan lapangan kerja dan harga...

Telusuri Keterlibatan Oknum Polisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah memastikan akan memantau penanganan kasus dugaan penyelundupan BBM jenis solar dengan kapal kayu di Pelabuhan...

Pemkab Tak Serius Kembangkan Desa Wisata

UNGARAN – Pemkab Semarang dinilai tidak serius menggarap potensi desa wisata. Terbukti sejumlah desa wisata kondisinya memprihatinkan. Tidak terurus dengan baik. Seperti Desa Bejalen. Desa...

Sepatu Siapa Takut

Oleh Dahlan Iskan Dari Beirut saya terbang ke Istanbul. Hanya satu jam setengah. Hanya melangkahi pulau Siprus. Di tengah Laut Tengah itu. Maafkan saya tidak mampir...

32 Tim Perebutkan Piala Ketua DPRD Jateng

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Liga Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) Jateng U-11 memperebutkan Piala Ketua DPRD Jateng mencapai puncaknya. 32 Sekolah Sepak Bola (SSB) lolos...

Angka Warga Jateng Tercover JKN Tinggi,Tapi Tetap Jaga Kesehatan

RADARSEMARANG.COM, Semarang- Meski angka keikutserta warga Jawa Tengah dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbilang cukup tinggi hingga mencapai 76 persen, namun tak lantas...