33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Sudah Distribusikan 152 Tangki Air Bersih

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Hingga bulan September 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 152 tangki. Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengungkapkan kesmuanya terdistribusi ke enam kecamatan.

“Droping sudah dilakukan sejak akhir Agustus hingga 19 September sudah 152 tangki air bersih,” ujar Heru, Selasa (19/9).

Ke enam kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Bringin, Kecamatan Pringapus, Kecamatan Getasan, Kecamatan Bancak, dan Kecamatan Suruh. Jumlah wilayah terdampak tersebut, menurut data BPBD menurun juka dibandingkan pada 2015 lalu. Dimana pada 2015 lalu wilayah yang mengalami krisis air bersih sebanyak 12 Kecamatan. “Kalau di tahun 2016 tidak ada wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Dijelaskan Heru, enam kecamatan tersebut terdiri dari 11 desa, diantaranya Desa Kalikayen, Desa Gogodalem, Desa Rembes, Desa Pakis, Desa Kalikurmo, Desa Wiru, Desa Jatirunggo, Desa Polobogo, Desa Bancak, Desa Wonokerto, Desa Kedungringin.

Untuk wilayah kekeringan pada 2015 ada 12 kecamatan yang kekeringan. Diantaranya Kecamatan bringin ada 11 desa, Kecamatan Pringapus ada 2 desa, Kecamatan Suruh ada 7 desa, Kecamatan Bancak ada 3 desa, Kecamatan Jambu ada 1 desa, Kecamatan Ungaran Timur ada 2 desa, Kecamatan Pabelan ada 2 desa, Kecamatan Tengaran ada 1 desa, Kecamatan Bawen ada 3 desa, Kecamatan Sumowono ada 1 desa, Kecamatan Getasan 1 desa, dan Kecamatan Bergas 1 desa.“Jumlahnya kalau dibandingkan sekarang cenderung menurun,” lanjutnya.

Kekeringan yang saat ini terjadi di enam kecamatan tersebut, lanjutnya, murni karena sumber mata air di wilayah tersebut sudah mengering. Droping air bersih dilakukan setiap hari, dimana dalam satu desa mendapat jatah 2 hingga 4 tangki. Dikatakan Heru, selama droping air, pihaknya mengalami beberapa kendala. Diantaranya yaitu jarak tempuh desa tujuan dengan lokasi pengambilan air.

Selain itu beberapa desa juga meminta petugas BPBD untuk langsung mengecer ke jirigen-jirigen milik warga. Hal itu, menurut Heru, akan memakan waktu sehingga droping tidak bisa dilakukan dengan cepat.“Mengingat waktu dan jarak pengambilan sumbermata air. Selain tu teknis droping pihak desa minta di ecer ke jeligen dan ini yang memakan waktu lama,” katanya.

Ia berharap, melalui Dana Desa, pihak pemerintah desa yang wilayahnya mengalami krisis air bersih segera membangun tandon terpadu. Sehingga dapat memudahkan droping air bersih. Pihak petugas juga tidak perlu mengecer ke satu-persatu jirigen warga. Teknis pengeceran dapat dilakukan pihak desa melalui tandon air terpadu tersebut.

“Karena ini masalah utama disetiap desa yang kekeringan, desa supaya menganggarkan penyediaan tandon terpadu melalui Dana Desa. Sehingga mudah untuk droping, waktunya jadi lebih cepat yang membagi ke warga pihak desa sendiri,” kata Heru.

Selain droping air bersih, BPBD Kabupaten Semarang beserta para relawan juga suah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi kekeringan. Diantaranya yaitu penanaman pohon di dekat sumber mata air.

“Kita bersama beberapa relawan sudah melakukan penanaman, seperti di Desa Kalikurmo dan Desa Kalijambe yang sering terjadi krisis air bersih. Yang kita tanam yaitu pohon trembesi,” katanya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap jika kekeringan pada 2017 ini tidak meluas. Pemkab Semarang melalui BPBD Kabupaten Semarang sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan. “Melalui droping air bersih setiap hari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...