33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Dorong Perbaiki Sistem Kartu Tani hingga Sosialisasi Perda Pertanian

DPRD Kerja Sama Gelar Pelatihan bagi Petani di Kecamatan Kajoran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Suharno MM, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan pelatihan pembuatan pupuk dan pakan ternak dengan teknologi fermentasi.

KEGIATAN yang merupakan hasil kerja sama antara kelompok tani, DPRD, dan sebuah bank tersebut, dilaksanakan untuk meningkatan produktivitas petani Kabupaten Magelang. Hadir dalam kegiatan itu, puluhan anggota kelompok tani se-Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik. Selain Wakil Ketua DPRD, hadir juga anggota DPRD Kabupaten Magelang, Heri Kustiono.

Suharno mengatakan, dalam kesempatan tersebut, ia menerima banyak masukan dari para petani di lapangan. Salah satunya, terkait sistem penggunaan Kartu Tani. Banyak petani yang justru mengeluh, kesulitan mendapat pupuk dengan Kartu Tani. “Banyak petani mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk, karena diminta menghitung kebutuhan per tahun. Padahal, banyak petani yang tidak bisa menghitung, karena luasan lahan selalu berkembang setiap musim panen,” kata Suharno.

Dari situ, kata Suharno, justru petani kesulitan mendapatkan pupuk. Sebab, jika mengusulkan kuota yang banyak, petani dicurigai akan menyalahgunakan pupuk. “Seperti dijual.” Untuk itu, Suharno meminta agar pemerintah memperbaiki sistem Kartu Tani. Karena banyak petani yang justru kesulitan mendapatkan pupuk.

Dalam kesempatan itu, Suharno mengatakan, DPRD Kabupaten Magelang telah menyelesaikan pembahasan Perda Perlindungan dan Pemberdayan Petani dan Usaha Peternakan. Dua Perda tersebut sangat strategis untuk mendorong daerah melakukan pemberdayaan. Juga meningkatkan produksi pertanian dan menjaga iklim usaha peteranakan.

Masih menurut Suharno, semangat Perda Perlindungan Petani adalah untuk memberikan perlindungan kegiatan pertanian. Mengingat petani sebagai pelaku utama pembangunan, secara faktual telah banyak memberikan kontribusi bagi kelangsungan hidup dasar. Yakni, melalui pemenuhan kebutuhan pangan. Namun, selama ini, mereka masih belum mendapatkan perlindungan yang sistematis dan berkelanjutan.

Salah satu yang harus dilakukan oleh Pemkab Magelang, kata Suharno, adalah bertanggung jawab menyediakan dan mengelola jaringan irigasi tersier. Juga, memberikan subsidi kepada petani, menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, dan membantu proses pembentukan kelompok-kelompok tani, serta pemasaran produk.

Anggota DPRD Kabupaten Magelang, Heri Kustiono, menambahkan Pemkab juga harus menyediakan dan membentuk lembaga penyuluh untuk mendampingi petani. Penyuluh bisa dari unsur masyarakat, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan instansi yang bergerak dibidang penyuuhan. ”Menyediakan satu penyuluh di satu desa.” DPRD, kata Heri, akan terus mendorong perkembangan pertanian. Salah satunya, melalui kegiatan pelatihan. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Serial Lama Bangkit Lagi

Per 1 Oktober, saluran-saluran TV Jepang resmi mengucapkan selamat tinggal kepada program musim panas mereka. Sejumlah judul anime sudah siap menggantikan serial lama yang...

Mahasiswa UM Magelang Teliti Gojek

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Tiga mahasiswa  Prodi S1 Akuntansi FEB UMMagelang mengadakan penelitian tentang  Efektivitas Pengendalian Internal Moralitas dan Integritas terhadap Pencegahan Fraud yang merupakan...

Sopir Sempat di Lokalisasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah 3 minggu menjadi buronan, Rohadi, 49, sopir penyebab kecelakaan di proyek tol di Desa Masin Warungasem Batang, akhirnya ditangkap petugas...

Dikelola Generasi Keempat, Cita Rasa Tetap Sama

Wedang Ronde merupakan salah satu ikon minuman khas Kota Salatiga. Minuman dengan paduan kuah pedas dari jahe ini, banyak dijual di berbagai pusat keramaian....

Pemkot Akan Luncurkan Pelaporan Satu Nomor       

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Stastitik dan Persandian (Diskominfo) akan meluncurkan program pelaporan satu nomor telepon gratis, yakni di...

Dua Siswa Berangkat ke OSN

WONOSOBO – Dua siswa Wonosobo akan berlaga dalam Olimpiade Sains Nasional yang akan berlangsung di Pekanbaru Riau pada 2-8 Juli 2017 mendatang. Mereka adalah...