32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Jadikan Hutan Sebagai Pusat Pembelajaran

Kampanyekan Cinta Alam

KECINTAANNYA terhadap alam, membuat Hirsalanov Garbashanty getol mengkampanyekan cinta lingkungan. Tidak sekadar teori, Hirsa, sapaan akrabnya, melakukan aksi nyata dengan mengajak anak-anak belajar di hutan.

“Aksi yang saya lakukan ini sebenarnya adalah belajar bersama komunitas pecinta alam, yang membedakan adalah tempat belajarnya sendiri. Kalau biasanya anak-anak belajar di rumah atau sekolah, saya mencoba membuat suasana belajar yang berbeda dengan belajar di hutan, belajar di tengah alam,” ungkap gadis kelahiran November 2000 ini.

Hirsalanov Garbashanty
SMAN 5 Semarang

Berawal dari kegemaran Hirsa yang senang bertualang di hutan dan mencintai alam, Hirsa iseng mencoba untuk merasakan belajar di hutan. Berawal dari Hirsa yang suka mengeksplorasi alam hingga mencoba belajar di hutan. Ternyata selama belajar di hutan, faktanya dapat berdampak baik pada diri karena bisa leih fokus, tenang, dan enjoy. “Karena ada efek positifnya, saya jadi punya ide untuk menjadikan hutan sebagai pusat pembelajaran,” cerita Hirsa yang hobi menulis dan membaca ini.

Hirsa dibantu dengan teman-teman dari sekitar rumah dan teman sekolahnya, bersama-sama membentuk suatu komunitas yang disebut sebagai Komunitas Pecinta Alam. Komunitas yang beranggotakan 10 orang pengajar ini kini sudah memiliki 30 murid di dalamnya.

“Saya bersama teman-teman berhasil membuat anak-anak mau belajar. Karena rata-rata mereka berasal dari anak-anak yang tidak sekolah tetapi bekerja, ada juga anak-anak dari panti asuhan. Jadi seusai bekerja anak-anak mengisi waktu luang dengan belajar bersama kami,” ungkap gadis kelahiran Salatiga ini.

Hirsa dan komunitasnya sudah menjalankan program belajar bersama selama tiga bulan terakhir. Selama itu pula, Hirsa dan komunitasnya mendapatkan kesan yang positif berupa apresiasi dari para orang tua anak-anak.

“Saya dan teman-teman rutin mengajar tiap dua minggu sekali, biasanya kami mengajar kesenian, membuat kerajinan, juga belajar berhitung. Karena di alam kami juga belajar tentang tumbuhan-tumbuhan yang ada di alam dan manfaatnya bagi manusia,” cerita Hirsa yang pernah beberapa kali menerbitkan cerpen antalogi ini.

Hirsa berharap, komunitasnya dapat lebih berkembang dan bisa melebarkan program belajarnya di hutan lain, ke anak-anak lain. “Saya pengin mengadakan saluran buku dengan mengumpulkan buku-buku yang layak untuk dibaca dari diri saya sendiri atau pun dari teman-teman, untuk dijadikan referensi bacaan bagi anak-anak,” harapnya.

Selain itu Hirsa ingin membuat rumah pohon, agar anak-anak bisa lebih berkembang kreativitasnya, juga agar anak-anak tidak mudah bosan untuk belajar. “Saya ingin konsisten dalam menjalankan program belajar bersama ini bersama Komunitas Pecinta Alam, agar kami bisa terus memberikan manfaat pada lingkungan sekitar,” ungkap Hirsa penuh harap. (mg45/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here