32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Sekolah di Pelosok Memprihatinkan

KEBUMEN — Kondisi fisik bangunan dan sarana pendidikan MTs Sultan Agung di Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kebumen, masih memprihatinkan. Sekolah yang berada di antara perbukitan tinggi itu hanya memiliki empat ruang. Tiga untuk kelas belajar-mengajar. Sedangkan satu ruang paling kecil untuk ruang guru.

Pantauan koran ini, satu ruang yang sebelumnya dipakai sebagai ruang kelas, kini untuk gudang. Sebab, kondisi atap rapuh. Pihak sekolah khawatir jika kelas masih digunakan, akan membahayakan siswa.

Kepala MTs Sultan Agung, Sudarman, mengatakan, siswa di sekolahnya berjumlah 49 anak. Terdiri atas siswa-siswi kelas Vl, VII dan IX. Pada 2005, saat sekolah baru didirikan, jumlah siswa ada 4 anak. “Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah siswa terus bertambah hingga hari ini berjumlah 49.”

Mayoritas siswa berasal dari Desa Wonodadi. Jarak dari sekolah ke rumah, umumnya 1-2 kilometer. Itu pun harus melalui jalan setapak yang sudah rusak, berkelok, dan berliku, dengan berjalan kaki. Fasilitas komputer di sekolah itu hanya ada satu. Itu pun sudah rusak.

“Jadi, saat hendak mengerjakan sesuatu, sekolah harus meminjam atau memakai laptop milik seorang guru.” Sudarman berharap ada perhatian dari Pemkab Kebumen untuk merenovasi sekolah tersebut. Ia meminta sekolah di wilayah pelosok untuk diperhatikan. (jpg/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here