30 C
Semarang
Kamis, 22 April 2021

Usai Doa Arwah, Dilanjut Bakti Sosial

spot_img
spot_img

WONOSOBO–Umat Tri Dharma di Kelenteng Hok Hoo Bio, Selasa (19/9) kemarin, menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga miskin. Kegiatan ini rangkaian dari peringatan King Hoo Ping atau Ulambana yang jatuh tiap tanggal 26 bulan 7 Imlek (kalender Tiongkok).

Sebelumnya, pada pagi hari, umat Tri Dharma melakukan ritual sembahyang King Hoo Ping atau doa untuk para arwah umum. Ritual digelar di halaman kelenteng, tepatnya di dua altar. Altar pertama, berisi sesaji beragam kue, nasi, dan ingkung. Altar tersebut merupakan tempat sembahyang Tiong Gwan. Yakni, sembahyang untuk leluhur para keluarga. Sedangkan altar kedua yang ukurannya lebih lebar, juga berisi sesaji dari beragam minuman. Altar ini untuk sembahyang arwah umum.

Usai sembahyang, siang hari pukul 13.00, sejumlah warga umum mulai berdatangan. Sedikitnya, 1.500 orang membawa kupon pengambilan sembako. Sasaran pembagian, warga kampung yang berdomisili di seputar kelenteng serta warga pasar. Di antaranya, buruh gendong dan buruh angkut barang di Pasar Induk.

Pemimpin sembahyang, Hasan Aqli, mengatakan, pada bulan 7 tahun Imlek, dalam keyakinan umat Tri Dharma, merupakan bulan di mana pintu surga dibuka. Karenanya, dilakukan proses sembahyang sejak tanggal 15. Umat melakukan sembahyang Tiong Gwan untuk para leluhur mereka. “Proses sembahyang Tiong Gwan digelar di rumah masing-masing.”

Sedangkan puncaknya, pada tanggal 29 bulan 7 Imlek, digelar King Hoo Ping. Yakni, sembahyang untuk mendoakan arwah yang sudah meninggal. “Doa ini diberikan kepada semua arwah, tidak memandang suku dan agama selama di bumi.”

Ketua Yayasan Hok Hoo Bio Wonosobo Salim Kardianto menambahkan, setelah proses sembahyang, maka dilakukan bakti sosial sebagai wujud syukur. Berupa pembagian sembako. Paket sembako berisi beras, mi, garam, serta gula teh. Ada 1.500 paket sembako.

Untuk menghindari kericuhan, pihak yayasan sudah membagikan 1.500 kupon kepada warga miskin. Sedangkan 200 paket sembako sebagai persediaan antisipasi jika ada warga miskin yang belum mendapatkan kupon. Menariknya, panitia tidak melulu warga kelenteng. Namun juga disengkuyung oleh Komunitas Pelangi Hidup Rukun yang berasal dari lintas agama. (ali/isk)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here