32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Pagi Olshop, Sore Berikan Les Privat

Lebih Dekat dengan Elcy Hanany Handoko, Pemilik Elcy Amoorea Fashionshop

Perempuan harus mandiri, tidak boleh bergantung pada suami. Untuk itu, perempuan wajib punya penghasilan sendiri. Itulah prinsip Elcy Hanany Handoko, warga Wates, Kota Magelang, yang kini sukses berbisnis sabun, pelembab, dan fashion di jalur online shop (olshop).

PANGGILANNYA cukup singkat: Elcy. Perempuan keturunan Tionghoa asal Tegal, Jawa Tengah, itu, sudah 15 tahun menetap di Kota Sejuta Bunga. Lulus dari STIE YKPN Jogjakarta pada 1995, awalnya Elcy kerja di sebuah bank swasta kondang di kota asalnya: Tegal.

Kerja kantoran, tidak membuat Elcy betah. Hanya bertahan selama setahun, ia resign. Sempat kerja kantoran lagi di sebuah diler motor dan pabrik tiner di Kota Tegal, Elcy lantas hijrah ke Purworejo. Di Purworejo, Elcy kerja di sebuah perusahaan jamu. “Tiap pagi ada mobil kantor yang jemput dan antar ke tempat kerja, begitu rutinitas tiap hari.”

Pasca-menikah dan dikaruniai seorang buah hati: Jose Gerard, Elcy memutuskan untuk resign. Penyebabnya, Jose kerap sakit-sakitan. “Jose sejak kecil, suka step. Demam tinggi. Jadi saya harus total mengurusnya,” kenang Elcy. Jose kini sudah kelas XII SMA. Tahun depan, Jose lulus sekolah dan kuliah. “Saya bebaskan Jose akan kuliah di mana.”

Setelah tidak lagi bekerja—di satu sisi seiring menguatnya trend e-commerce dan online shop—Elcy memanfaatkan online untuk berbisnis. Ia jualan fashion. “Di medsos, di Facebook dan di IG serta di portal e-commerce, saya jualan di sana,” ucap perempuan berambut sebahu itu.

Kemudahan berbisnis di olshop, membuatnya semakin enjoy. Satu sisi, ia bisa selalu berada di samping Jose, mengawasi perkembangan buah hatinya yang beranjak remaja. “Dari mana pun saya hanya pegang smartphone dan berbisnis online, hasilnya juga lumayan untuk ukuran ibu rumah tangga,” ucap Elcy.

Keuletannya berbisnis olshop, membuat pundi-pundi ekonominya semakin membaik. Omzetnya cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Pagi hingga siang hari, Elcy rajin membuka HP untuk beraktivitas olshop. Sedangkan sore hari, waktunya luang. Elcy pun berpikir untuk memanfaatkan sore hingga petang hari, untuk menjemput rezeki. “Saya lantas buka les privat untuk anak-anak TK, SD, dan SMP,” tuturnya.

Soal les privat ini, Elcy mengaku bermula dari nilai anaknya saat kelas 1 SD, bulat 100. Ketika itu, sejumlah orang tua siswa bertanya, Jose les di mana, sehingga nilainya bulat 100? “Saya jawab les di mamanya, maksudnya ya yang mengajari saya sendiri. Nah, dari situ, lantas mulai ada orang tua yang menitipkan anaknya les di rumah.”

Seiring berjalannya waktu, yang menitipkan anaknya untuk les privat di tempat Elcy semakin banyak. “Akhirnya saya buka les di garasi rumah dan puji Tuhan berjalan.” Sampai akhirnya, Elcy memutuskan untuk tidak lagi membuka les di rumah. “Saya putuskan, lebih baik saya yang datang ke rumah-rumah orang tua yang anaknya les ke saya,” ucapnya.

Elcy pun menyebar brosur les privat. Hasilnya, banyak yang mempercayakan anaknya les ke Elcy. “Mulai dari siswa SD Pantekosta hingga Al Fikri dan Mutual.” Ia kini membatasi anak didiknya hanya beberapa saja. “Dulu saya bisa keliling sampai malam. Sekarang, saya batasi sampai sore saja. Malam waktunya untuk Jose, “ kata Elcy yang berpendapat bahwa perempuan–utamanya ibu-ibu rumah tangga—harus melek gadget. Kata Elcy, gadget tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi. “Tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berbisnis, menghasilkan banyak uang.”

Sukses ber-olshop, tidak membuat Elcy berpuas diri. Ia kini merambah menjadi distributor produk Nu Amooera (Beauty Plus Bar) untuk wilayah Magelang. Elcy menggunakan smartphone-nya untuk menjaring calon member Amoorea. “Saya bisa menjaring calon member dari mana saja,” kata Elcy yang pada Senin (18/9) lalu, mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Kedu di Jalan Pahlawan 135 Magelang. Elcy diterima GM Jawa Pos Radar Kedu, Iskandar.

Produk-produk Nu Amoorea, kata Elcy, berupa sabun terapis dan pelembab. Ia mengklaim produknya berkualitas premium. Seperti Amoorea Beauty Bar, sabun terapis yang berkhasiat membersihkan, menyegarkan, dan melembabkan kulit agar kulit tampak lembut dan awet muda.

Elcy sudah join di Amoorea sejak April 2016. “Upline saya dari Aceh, bosnya Pak Petrus Hernowo.” Sejak bergabung, Elcy sudah merasakan manfaatnya, penghasilan bertambah. “Puji Tuhan, sekarang member langsungku sudah ada 75 orang,” tutup pemilik IG elcy_hanany2 dan ecyboutiq di portal e-commerce Tokopedia.

Kembali ke soal anaknya yang sudah tumbuh remaja, kata Elcy, sang anak juga mewarisi bakat berwirausaha. Jose sudah mulai merambah olshop. Ia membeli beberapa transformer di toko online dan menjualnya lagi ke teman-temannya. “Atau barang itu dijual lagi di portal e-commerce dan keuntungannya lumayan buat nambah-nambah jajan dia.” Jose, kata Elcy, pernah untung Rp 850 ribu. “Lumayan kan keuntungan segitu untuk remaja yang baru berbisnis olshop.” (*/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here