31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Pendidikan Karakter Jadi PR

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SALATIGA – Pembinaan karakter bangsa merupakan hal yang krusial dan mutlak untuk diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Pembinaan ini penting untuk terus dilakukan demi mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang tangguh, kompetitif, dan bermoral.

“Hal yang harus diterapkan untuk menuju dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki visi dan idealime yang tinggi adalah agama sebagai pendidikan karakter karena sangat efektif  dalam segi edukatifnya untuk mempengaruhi pembentukan karakter yang baik,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Agus Hermanto dalam kuliah umum bertema “Pembangunan Pendidikan Karakter dan Ekonomi: Re-generasi Pemuda sebagai Penerus Bangsa Berdasarkan Pancasila” di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin (18/9) siang.

Di hadapan ratusan peserta kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Pascasarjana Interdisiplin UKSW ini, Agus menuturkan, karakter bangsa Indonesia haruslah berdasar nilai-nilai Pancasila, norma Undang-Undang Dasar 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen terhadap NKRI.

Diakuinya hingga saat ini bangsa Indonesia belum sepenuhnya berhasil dalam menerapkan pendidikan berbasis karakter. Masih cukup banyak “pekerjaan rumah” meskipun selama ini salah satu cara untuk membangun generasi muda yang berkarakter telah ditempuh melalui pendidikan bela negara di sekolah.

“Agar pendidikan karakter bisa berjalan dengan efektif maka perlu dikaitkan dengan konteks sociohistoris yang melingkupinya dengan tujuan akhir terjadinya perubahan dalam sikap tidak sebatas pengetahuan saja. Lembaga pendidikan memiliki peran besar sebab diharap dapat membangun insan yang mampu memberi isi pada pembangunan berbasis pengetahuan”, urainya. (sas/mg48/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...