33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Menumbuhkan Kejujuran Melalui “Sensol”

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TERGELITIK dari cerita pemilik kantin sekolah yang mengalami keanehan saat siswa selesai makan di kantin. Usai menyantap makanan, dia tidak membayar apa yang dimakan, tetapi meminta uang kembalian pada pemilik kantin. Padahal, menurut pemilik kantin, bayar saja dia belum, tetapi dia malah minta kembalian? Pertanyaan besar bagi pemilik kantin. Dalam hati bertanya, kenapa siswa seperti itu? Di mana kejujuran mereka?

Tragedi di kantin itu, membuat saya bertanya pada diri,  seberapa besarkah kontribusi saya sebagai seorang guru dalam menumbuhkan kejujuran di sekolah ini? Apakah yang harus saya perbuat untuk mendidik mereka dalam kejujuran?

Sekolah penulis adalah sekolah negeri yang dikelilingi oleh pondok pesantren. Meski bukan sekolah keagamaan, tetapi kegiatan pembiasaan keagamaan di sekolah sangat kental. Didukung oleh siswa yang beragama Islam 99,9 persen, sehingga pola belajarnya mendekati  pondok pesantren. Apabila sekolah penulis tidak mengikuti pola belajar di lingkungan sekitar, maka sekolah penulis pasti ditinggalkan mereka. Alhamdulillah meski sekolah negeri, sekolah penulis tetap menjadi favorit di lingkungan sekitar.

Absen salat atau disingkat dengan “Sensol”  adalah  kegiatan guru untuk mengabsen salat dari setiap siswa sebagai pengganti absen hadir siswa. Cara absen salat siswa adalah dengan menjawab melalui dua kata menggunakan Bahasa Inggris. Kata pertama adalah keterangan berapa banyak siswa tidak melaksanakan salat fardhu (wajib )  atau salat lima waktu. Sedangkan kata kedua adalah keterangan siswa telah melaksanakan 2 salah sunnah, yakni salat dhuha dan salat Tahajud. Kenapa harus salat tahajud dan dhuha?

Penulis jelaskan alasannya. Setidaknya penulis sudah berusaha untuk mengingatkan siswa dalam hal kebaikan.  Sebagai contoh, ketika si Fulan diabsen, maka bukan ada atau izin/sakit cara menjawabnya, tetapi dijawab dengan dua kata dalam bahasa Inggris. Misalnya zero one, artinya bahwa si Fulan telah melaksanakan seluruh salat wajib ( 5 waktu) dan telah melaksanakan satu salat sunnah, misalnya tahajud. Tetapi si Ahmad ketika diabsen menjawab one one, berarti si Ahmad tidak melakukan salat wajib satu kali dan melakukan salat tahajud 1 kali.

Selanjutnya akan ditanya apa salat yang ditinggalkannya? Maka si Ahmad akan dapat sanksi berupa hafalan surat pendek beserta artinya. Tidak hanya sanksi yang diberikan kepada yang melanggar, tetapi reward penulis siapkan untuk siswa yang konsisten melaksanakan saalt 5 waktu dan 2 salat sunnah tersebut selama satu tahun.

Seminggu setelah sosialisasi tentang “Sensol” ini, ternyata menunjukkan sikap positif yang luar biasa pada kebiasaan ibadah siswa. Antara lain, pada istirahat pertama para siswa berbondong-bondong ke musala untuk melaksanakan salat dhuha yang sebelumnya musala sepi di saat istirahat pertama, jamaah dzuhur membeludak di musala. Sampai-sampai sekolah penulis harus menggunakan laboratorium fisika untuk salat berjamaah.

Rasa bangga terhadap perubahan perilaku siswa pada kebiasaan ibadah khususnya salat. Meski di awal siswa merasa terpaksa melakukan hal tersebut agar tidak malu dengan guru dan teman-temannya, ternyata untuk melaksanakan Sensol pun tidak memakan waktu yang lama, cukup 3-8 menit setiap pertemuan tergantung dari jumlah siswanya.

Konsekuensi dari Sensol ini mengandung beberapa pelajaran yang dapat diambil dan diterapkan dalam kegaitan pra pembelajaran, antara lain: menumbuhkan kejujuran siswa, meningkatkan ketaatan ibadah siswa khususnya siswa muslim, sehingga kewajiban salat 5 waktu dapat dilaksanakan.

Sikap lain yang dapat ditumbuhkan adalah meningkatnya sikap disiplin waktu. Ini berefek positif terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Yakni, sikap disiplin dalam mengerjakan PR atau tugas-tugas lain yang diberikan. Untuk sikap positif di luar kelas, siswa menjadi taat, sopan dan hormat kepada guru. Meski di awal kesepakatan siswa merasa terpaksa melakukannya tetapi diharapkan akan menjadi suatu pembiasaan positif.

Sensol ini jelas tidak dapat digunakan untuk semua sekolah, tetapi untuk sekolah yang memiliki kondisi lingkungan yang sama bisa diujicobakan. Apalagi untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah yang merupakan kunci utama penumbuhan karakter jujur tersebut. Pada akhirnya kejujuran menjadi karakter bangsa. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Longsor, 1 Warga Terluka

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Hujan deras mengakibatkan longsor di Dusun Ngaglik, Desa Giritengah, Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (11/2) malam. Dua rumah rusak dan seorang warga terluka. Kepala Pelaksana...

Ngobrol Santai soal Pribadi hingga Berita Hoax

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Akrab bak kawan lama. Itulah suasana yang tergambar dalam pertemuan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, dengan Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi. Nyaris...

Pasarkan Produk Lokal, Gandeng Toko Modern

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sekitar 200 pelaku kopi dan tembakau Temanggung berkumpul di Pendopo Pengoyoman dalam acara temu usaha yang digelar Dinas Penanaman Modal dan...

Tarif Parkir Berjenjang Mencekik

SEMARANG - Penerapan parkir sistem tarif berjenjang atau sistem tarif per jam dikeluhkan warga. Sebab, di setiap lokasi memberlakukan tarif berbeda. Selain itu, sistem...

DPD Diperkuat atau Dibubarkan Saja

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Perjuangan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menuju kursi parlemen cukup berat. Bahkan lebih berat bila dibandingkan menjadi seorang anggota Dewan...

Sekdes PNS Ditarik, Kades Resah

WONOSOBO – Ditariknya sekretaris desa (sekdes) berstatus PNS ke lingkup Pemkab, memunculkan kegelisahan di masyarakat. Penarikan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun...