33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Menumbuhkan Kejujuran Melalui “Sensol”

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

TERGELITIK dari cerita pemilik kantin sekolah yang mengalami keanehan saat siswa selesai makan di kantin. Usai menyantap makanan, dia tidak membayar apa yang dimakan, tetapi meminta uang kembalian pada pemilik kantin. Padahal, menurut pemilik kantin, bayar saja dia belum, tetapi dia malah minta kembalian? Pertanyaan besar bagi pemilik kantin. Dalam hati bertanya, kenapa siswa seperti itu? Di mana kejujuran mereka?

Tragedi di kantin itu, membuat saya bertanya pada diri,  seberapa besarkah kontribusi saya sebagai seorang guru dalam menumbuhkan kejujuran di sekolah ini? Apakah yang harus saya perbuat untuk mendidik mereka dalam kejujuran?

Sekolah penulis adalah sekolah negeri yang dikelilingi oleh pondok pesantren. Meski bukan sekolah keagamaan, tetapi kegiatan pembiasaan keagamaan di sekolah sangat kental. Didukung oleh siswa yang beragama Islam 99,9 persen, sehingga pola belajarnya mendekati  pondok pesantren. Apabila sekolah penulis tidak mengikuti pola belajar di lingkungan sekitar, maka sekolah penulis pasti ditinggalkan mereka. Alhamdulillah meski sekolah negeri, sekolah penulis tetap menjadi favorit di lingkungan sekitar.

Absen salat atau disingkat dengan “Sensol”  adalah  kegiatan guru untuk mengabsen salat dari setiap siswa sebagai pengganti absen hadir siswa. Cara absen salat siswa adalah dengan menjawab melalui dua kata menggunakan Bahasa Inggris. Kata pertama adalah keterangan berapa banyak siswa tidak melaksanakan salat fardhu (wajib )  atau salat lima waktu. Sedangkan kata kedua adalah keterangan siswa telah melaksanakan 2 salah sunnah, yakni salat dhuha dan salat Tahajud. Kenapa harus salat tahajud dan dhuha?

Penulis jelaskan alasannya. Setidaknya penulis sudah berusaha untuk mengingatkan siswa dalam hal kebaikan.  Sebagai contoh, ketika si Fulan diabsen, maka bukan ada atau izin/sakit cara menjawabnya, tetapi dijawab dengan dua kata dalam bahasa Inggris. Misalnya zero one, artinya bahwa si Fulan telah melaksanakan seluruh salat wajib ( 5 waktu) dan telah melaksanakan satu salat sunnah, misalnya tahajud. Tetapi si Ahmad ketika diabsen menjawab one one, berarti si Ahmad tidak melakukan salat wajib satu kali dan melakukan salat tahajud 1 kali.

Selanjutnya akan ditanya apa salat yang ditinggalkannya? Maka si Ahmad akan dapat sanksi berupa hafalan surat pendek beserta artinya. Tidak hanya sanksi yang diberikan kepada yang melanggar, tetapi reward penulis siapkan untuk siswa yang konsisten melaksanakan saalt 5 waktu dan 2 salat sunnah tersebut selama satu tahun.

Seminggu setelah sosialisasi tentang “Sensol” ini, ternyata menunjukkan sikap positif yang luar biasa pada kebiasaan ibadah siswa. Antara lain, pada istirahat pertama para siswa berbondong-bondong ke musala untuk melaksanakan salat dhuha yang sebelumnya musala sepi di saat istirahat pertama, jamaah dzuhur membeludak di musala. Sampai-sampai sekolah penulis harus menggunakan laboratorium fisika untuk salat berjamaah.

Rasa bangga terhadap perubahan perilaku siswa pada kebiasaan ibadah khususnya salat. Meski di awal siswa merasa terpaksa melakukan hal tersebut agar tidak malu dengan guru dan teman-temannya, ternyata untuk melaksanakan Sensol pun tidak memakan waktu yang lama, cukup 3-8 menit setiap pertemuan tergantung dari jumlah siswanya.

Konsekuensi dari Sensol ini mengandung beberapa pelajaran yang dapat diambil dan diterapkan dalam kegaitan pra pembelajaran, antara lain: menumbuhkan kejujuran siswa, meningkatkan ketaatan ibadah siswa khususnya siswa muslim, sehingga kewajiban salat 5 waktu dapat dilaksanakan.

Sikap lain yang dapat ditumbuhkan adalah meningkatnya sikap disiplin waktu. Ini berefek positif terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Yakni, sikap disiplin dalam mengerjakan PR atau tugas-tugas lain yang diberikan. Untuk sikap positif di luar kelas, siswa menjadi taat, sopan dan hormat kepada guru. Meski di awal kesepakatan siswa merasa terpaksa melakukannya tetapi diharapkan akan menjadi suatu pembiasaan positif.

Sensol ini jelas tidak dapat digunakan untuk semua sekolah, tetapi untuk sekolah yang memiliki kondisi lingkungan yang sama bisa diujicobakan. Apalagi untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah yang merupakan kunci utama penumbuhan karakter jujur tersebut. Pada akhirnya kejujuran menjadi karakter bangsa. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penerimaan Pajak Capai 15 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah hingga akhir Februari lalu telah mencapai 15 persen dari total target...

Nursholeh Didapuk Jadi Plt Wali Kota Tegal

SEMARANG-Wakil Wali Kota Tegal, M Nursholeh ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal pasca Wali Kota Siti Masitha ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi...

Resapan Air Hilang, Bandungan Terancam Longsor

UNGARAN–Kawasan wisata Bandungan terancam bencana longsor. Pasalnya, wilayah tersebut kini dipenuhi bangunan villa, penginapandan hotel, yang mengurangi wilayah resapan air. Seperti halnya longsor yang...

Ratusan Polisi “Geruduk” Kodim

MAGELANG–Ratusan anggota Polres Magelang, Rabu (4/10) siang, “menggeruduk” markas Kodim 0705/Magelang. Kedatangan ratusan polisi, mengagetkan Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Hendra Purwanasari S.Sos. Rupanya,...

Cek Nomor Batch Kaleng Makarel

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Toko-toko modern berjejaring di Kota Magelang sudah menarik produk ikan kemasan kaleng jenis makarel yang diduga terdapat parasit cacing di dalamnya....

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme...