33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Kesulitan Ciptakan Celar and Green City

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sekda Jateng, Sri Puryono punya obsesi mengemas seluruh wilayah Jateng menjadi clear and green city. Sebuah konsep wilayah yang bersih dan hijau. Minimal bebas dari sampah. Tapi hingga saat ini, Pemprov Jateng bisa dibilang masih kesulitan dalam pengelolaan sampah.

Sampah memang masalah klasik. Menjadi problem turun-temurun yang belum sepenuhnya tuntas. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kompleksitas pengelolaan sampah pun meningkat. “Pengelolaan sampah menjadi masalah sejak lahir. Orang-orang pendahulu kita sudah dihadapkan dengan masalah sampah, meski tidak serumit sekarang. Saat ini manusia makin banyak frekuensi aktivitasnya, makin banyak persoalan sampah yang muncul,” papar Sekda saat menjadi narasumber FGD ‘Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat’ di Hotel Candi Indah, belum lama ini.

Menurutnya, perlu ada semacam konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hanya saja, kendalanya mengenai sosialisasi. Sebab untuk bisa mengajak massa bisa bergerak bersama untuk ‘melawan’ sampah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Menggerakkan masyarakat itu tidak mudah. Perlu menciptakan mindset,” ujarnya.

Padahal, saat ini sudah banyak orang yang sebenarnya sadar mengenai dampak buruk sampah. Banjir yang sudah menjadi langganan beberapa daerah setiap tahun, misalnya. Menurut Sri Puryono, banjir tidak melulu karena buruknya sistem drainase. Tapi juga disebabkan masalah sampah yang belum ditangani dengan baik. Karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat merupakan hal penting yang harus diterapkan.

Jika melihat kondisi sekarang, program clean and green city bakal sulit diciptakan. Padahal, lewat program tersebut, dia berharap budaya untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali daur ulang sampah dapat diterapkan secara kontinyu.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Pengembangan Energi, Tegoeh Wynarno Haroeno menjelaskan, masalah sampah sebenarnya bisa menjadi sangat bermanfaat jika dilihat dari sudut pandang lain. Yaitu ketika diolah menjadi energi baru terbarukan (EBT).

Beberapa tempat di Jateng, sudah ada yang mengolah sampah menjadi bio gas. “Bio gas itu bisa dimanfaatkan sebagai pengganti elpiji untuk menyalakan kompor, hingga menghidupkan genset agar menjadi tenaga listrik. Di negara lain, ada yang mengolah sampah plastik menjadi BBM,” katanya.

Meski terbukti bermanfaat, tapi pemerintah dirasa masih kurang serius menggarap EBT. Masih banyak potensi EBT yang disia-siaka n. Bisa jadi karena alasan biaya. Memang, untuk membuat satu unit EBT jenis apa saja, butuh anggaran yang besar. Selain itu, masyarakat belum melirik kehebatan EBT karena masih merasa di zona nyaman. Yaitu mendapat subsidi biaya energi dari pemerintah. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rektor Harus Tanggung Jawab

”Sanksi yang diberikan tidak hanya kepada pelaku, pihak kampus juga harus tanggung jawab.” Muhammad Nasir, Menristek Dikti SEMARANG - Kasus kekerasan yang masih terus terjadi...

LBH Ikadin Siap Beri Pendampingan PMI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prihatin dengan meningkatnya para Pekerja Imigran Indonesia (PMI) non prosedural (ilegal) di wilayah Jateng, yang notabene dianggap pahlawan devisa, Lembaga Bantuan...

Jukir Terancam Kena Pidana Pungli

MAGELANG – Juru parkir (jukir) di Kota Magelang diminta menyerahkan tiket parkir sebagai tanda legalitas sebuah perparkiran kepada pemilik kendaraan. Jika tidak dilakukan, juru...

Harus Segara Move On

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kekalahan 4-1 atas Persija Jakarta di matchday kelima kemarin tampaknya harus segera dilupakan oleh tim PSIS Semarang. Tim berjuluk Mahesa jenar...

Yudi Kembali Bertugas Di Salatiga

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dr. Yudi Kristiana berharap kehadirannya di Kota Salatiga sebagai Kepala Kejaksaan Negeri yang baru tidak menakutkan akan tetapi menjadi sahabat diskusi...

Deklarasikan Stop BABS 

KENDAL - Desa Pojoksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal menggelar Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Deklarasi ini sebagai bentuk gerakan bersama untuk membangun...