33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Empat Tahun Pedagang Tempati Lokasi Darurat

Pemkab Diminta Segera Selesaikan Pembangunan 

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

DEMAK-Pemkab Demak diminta segera menyelesaikan pembangunan fisik Pasar Mranggen, Kecamatan Mranggen. Pasalnya, para pedagang sudah 4 tahun ini, menempati pasar darurat. Padahal, kondisi pasar darurat yang terbuat dari papan dan bambu yang sekarang sudah reot. Tentunya, bangunan yang ditempati pedagang tersebut cukup membahayakan.

Wakil Ketua DPRD Demak asal Mranggen, Fahrudin Bisri Slamet menegaskan, pada akhir 2018 mendatang, pedagang ditargetkan menempati bangunan baru Pasar Mranggen. “Kami prihatin karena pembangunan pasar molor setahun. Mestinya sudah selesai dibangun 2017 ini. Jadi, sesuai janji bupati saat kampanye dulu, harusnya ditepati,” katanya, kemarin.

Menurutnya, untuk menyelesaikan pembangunan pasar, DPRD telah membahasnya dalam rapat Badan Anggaran (Banggar). “Dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar, kami berharap pembangunan pasar dapat diselesaikan secepatnya. Akhir 2108, pasar dapat ditempati pedagang,” kata dia.

Slamet mengatakan, setiap hari ada saja pedagang yang mengadu dan mengeluhkan kondisi pasar darurat yang sudah tidak nyaman ditempati. Mereka ingin segera menempati Pasar Mranggen yang hingga kini pembangunannya belum selesai. Menurutnya, menjelang musim hujan, pasar darurat yang ditempati pedagang rawan ambruk karena sudah tidak layak. “Kayu bangunan pasar darurat sudah banyak yang mlepes (remuk),” ungkap Ketua DPC PDIP Demak ini.

Akibat tempat yang tidak layak pula, omzet dagangan juga menurun antara 50 hingga 60 persen. “Pembeli ogah ke pasar darurat sehingga angka penjualan menurun terus. Kalau ini dibiarkan terus, kasihan pedagang,” paparnya.

Slamet menambahkan, pembangunan Pasar Mranggen penyelesaiannya cukup berliku. Tahap pertama pembangunan, telah dianggarkan Rp 20 miliar dan Rp 15 miliar. Namun, anggaran hanya terserap 30 persen untuk pembangunan pondasi dasar. Kemudian, berikutnya pada 2017 dianggarkan Rp 15 miliar dari APBD dan Rp 6 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Dan, selanjutnya, dianggarkan Rp 25 miliar pada 2018.

“Mestinya pembiayaannya bisa multiyears. Dengan demikian, satu kontraktor dapat menyelesaikan pembangunan sampai selesai dengan pertanggungjawaban yang baik,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Demak, Siti Zuarin mengatakan bahwa untuk proses pembangunan 2017 ini sudah melebihi target. Karena itu, pada 2018 nanti bisa diselesaikan secara total. “Kalau memang ada duitnya, 2018 bisa diselesaikan semua. Kami berharap ada duitnya,” katanya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bunuh Korban dalam 45 Adegan

BATANG - Satreskrim Polres Batang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menimpa Tumina, 47, warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, yang terjadi pada 10 Desember 2016...

Hipmi Gagas Forum Investasi Wisata

WONOSOBO - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Wonosobo dalam waktu dekat akan menggelar event Wonosobo Economic Forum (WEF). Forum ini akan mengusung tema...

Tingkatkan Perekonomian Lewat Pertanian

SUMOWONO – Desa Bumen kecamatan Sumowono terus berupaya meningkatkan perekonomian warga masyarakatnya. Salah satu upaya yang dilakukan, yang juga menjadi upaya penekanan di Desa ini,...

Ganjar Optimistis 71,6 Persen, Sudirman Targetkan 60 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—DPD PDIP Jateng memprediksikan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen akan mendulang suara sebesar 61,6 persen. Sedangkan prediksi yang paling moderat di angka 65,4...

Keluarga, Kerja, dan Kopi

RADARSEMARANG.COM - Bagi Bob Horo, ada tiga hal paling penting dalam hidupnya. Pertama adalah keluarga, kerja, dan kopi. Nah ketiganya selalu menjadi pegangan untuk...

Siap Luncurkan Kartu Kendal Smart

KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal berencana akan meluncurkan kartu Kendal Smart. Yakni kartu yang di desain sebagai alat pembayaran non tunai. Terutama untuk pembayaran...