33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Dikendalikan dari Lapas, Kurir Narkoba Dibekuk

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Eko PA alias Peyek, 25, harus berurusan dengan aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang. Pemuda asal Weleri Kendal ini diringkus karena terbukti sebagai kurir peredaran narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan dengan kode sandi 112.

Tersangka ditangkap petugas saat berada di kompleks ruko Metro Plaza Blok C 16 Jalan MT Haryono, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat (15/9) sore. Barang bukti yang diamankan petugas, yakni 200 gram sabu.

“Barang bukti yang dimiliki tersangka diperoleh dari seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji didampingi Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Sidik Hanafi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (18/9).

Penangkapan ini berawal saat petugas mendapat laporan adanya transaksi narkoba di wilayah Semarang Selatan. Petugas yang melakukan penyelidikan, mendapati seseorang yang mencurigakan, dan kemudian dilakukan penangkapan.

“Tersangka telah dibuntuti petugas kami, kemudian kita sergap. Saat dilakukan penggeledahan di sepeda motornya ditemukan sabu seberat 5 gram sabu,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 195 gram sabu. Barang tersebut ditemukan saat dilakukan penggeledahan di rumah kos tersangka di Tlogosari, sekitar pukul 19.00. “Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di seputar Semarang,” ujarnya.

Dari informasi yang diterimanya, sabu itu didapatkan tersangka dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Namun hal tersebut masih didalami oleh kepolisian. Lantaran pelaku masih berbelit-belit dalam menyebutkan nama orang yang menyuruhnya tersebut dengan kode 112.

“Ini masih kami dalami betul atau tidaknya. Karena setiap mendapatkan, ngakunya mendapatkan barang dari dalam lapas,” tegasnya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi, membeberkan, tersangka menjalankan bisnis atas perintah 112 ini sudah berlangsung empat bulan yang lalu. Bahkan, sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali dan sebelumnya sempat menjual sebagian barang.

“Kalau pengakuan dia (tersangka) sudah tiga kali bertransaksi. Ada 60 gram (sabu) yang diedarkan,” terangnya.

Selain itu, tersangka dalam menjalankan transaksi dengan konsumen menggunakan alat komunikasi handphone. Pelaku mengaku mendapatkan fasilitas handphone tersebut dari seseorang yang menjadi pemandu tersangka dalam mengedarkan narkoba.

“Hanya saja, tersangka ini tidak bisa menyebutkan siapa seseorang yang ada didalam Lapas. Ini khan tidak masuk akal. Makanya, kami nanti akan mendalami, siapa sebenarnya orang di dalam lapas yang dimaksud pelaku ini,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terpaksa meringkuk sel tahanan dengan barang bukti Mapolrestabes Semarang. Pelaku akan diancam pidana dengan pasal berlapis UU Nomer 35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Memilih Pemimpin tidak Boleh Sembarangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Memperingati Milad Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) ke 18, Yayasan Amal PAPB mengadakan pengajian umum menghadirkan Habib Hamid bin Soleh Baagil dari...

1.000 Napi Jakarta Akan Dipindah ke Jateng

SEMARANG- Pemetaan dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jateng pada seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Jateng....

5 Juni, Boyongan ke Terminal Baru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Terminal baru Bandara New Ahmad Yani Semarang diprediksi bisa dioperasionalkan mulai 6 Juni mendatang. Pengoperasian tersebut lebih cepat 30 persen dari jadwal yang...

Gencarkan Razia Miras

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Petugas gabungan Polrestabes Semarang terus menggencarkan razia minuman keras (miras) di pergantian tahun. Razia ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya pesta miras...

30 Poin Lawan Bea Cukai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tiga puluh poin uraian kesimpulan disampaikan bos pabrik rokok Muncul Sejahtera dari Sidoarjo, Samsuyar, dalam gugatan praperadilan melawan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Semarang,...

Anak Tukang Bangunan Kuliah ke Taiwan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua siswa SMK Citra Medika Kota Magelang berhasil meraih beasiswa pendidikan ke Taiwan setelah mengikuti seleksi yang diselenggarakan Yayasan Han An...