33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Dewan Minta UPTD Pembibitan Ternak Ditutup

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN–UPTD Balai Perbibitan Ternak Unggul (BPTU) Mulyorejo akan ditutup. Penutupan dilakukan karena pengeluaran APBD untuk UPTD tersebut tidak memberikan keuntungan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mengatakan bahwa penutupan tersebut berdasarkan rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang. “Di Banggar diputuskan bahwa pendapatan dari UPTD BPTU Mulyorejo sudah dinolkan. Jadi akan ditutup, karena biayanya terlalu tinggi,” ujar The Hok, Senin (18/9) kemarin.

Selama ini, lanjutnya, pengeluaran dari APBD Kabupaten Semarang untuk UPTD BPTU Mulyorejo tidak sebanding dengan apa yang dihasilkan. “Tidak sebanding dengan tujuan untuk memberikan bibit kepada masyarakat. Selain itu tidak sesuai dengan perencanaan awal waktu didirikan,” ujarnya.

Adapun di UPTD tersebut, dilakukan pembibitan beberapa hewan seperti sapi perah, sapi potong, dan kambing etawa. “Bibit tidak ada yang menonjol, kebanyakan saat dijual pembelinya yaitu tengkulak sapi,” katanya.

Pelelangan hewan ternak di UPTD BPTU tersebut juga akan dilakukan pada 2018 mendatang. “Karena biaya dianggap memberatkan APBD, output dan outcame-nya tidak sesuai sehingga di 2018 akan dilelang,” katanya.

Dalam setahun, pembiayaan yang dilakukan oleh Pemkab Semarang untuk modal pakan ternak di tempat pembibitan tersebut mencapai miliaran rupiah. Tingginya biaya pakan ternak tersebut berdampak kepada tingginya harga jual dari hewan hasil pembibitan di UPTD tersebut. Akibatnya, harga hewan tidak mampu bersaing di pasar umum. Dikarenakan harga hewan dari UPTD tersebut lebih mahal jika dibandingkan dengan harga dari pengusaha hewan ternak. “Untuk makan ternak setahun habis miliaran. Jadi bersaing dengan pengusaha di luar pasti kalah,” katanya.

Menurut politisi PDIP tersebut, sistem regulasi untuk pengadaan pakan ternak juga berpengaruh terhadap tingginya harga jual dari hasil pembibitan di UPTD BPTU Mulyorejo. “Karena Pemkab Semarang UPTD-nya diatur oleh regulasi, sehingga pembelian pakan harus lelang, tidak bisa mengecer. Akibatnya harganya jadi lebih tinggi,” katanya.

Bahkan pembelian rumput untuk pakan ternak juga harus melalui proses lelang. Panjang dan terlalu ribetnya pengadaan pakan ternak melalui sistem regulasi, berpengaruh kepada harga ternak itu sendiri. “Akibatnya pengeluarannya tinggi. Sehingga tidak sebanding. Susu yang dijual di pasar tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Penutupan akan dilakukan pada Februari 2018 mendatang. Mulai Januari, tim appraisal akan diturunkan untuk menaksir harga keseluruhan hewan ternak di dalam UPTD tersebut. “Februari harus selesai. Anggaran pakan ternak itu cuma sampai Februari. Yang dilellang yaitu sapinya plus bibit tanaman. Untuk tempat tidak dilelang,” katanya.

Saat ini masih ada sekira 170 sapi perah dan sapi potong, serta ratusan kambing etawa. Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto mengungkapkan bahwa penutupan UPTD Mulyorejo merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, tingginya pembiayaan untuk UPTD itu membebani APBD Kabupaten Semarang. Di sisi lain, hasil dari UPTD tersebut jauh dari harapan. “Untuk meningkatkan bibit sapi dan kambing di Kabupaten Semarang persentasenya kecil tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Phapros Perkuat Bisnis Anorganik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–PT Phapros Tbk kini memperkuat strategi bisnis anorganik. Dengan menandatangani perjanjian pengikatan jual–beli saham dengan PT Lucas Djaja Group, baru-baru ini. Direktur Utama PT Phapros Tbk,...

Panwaskab Demak Raih Prestasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Panwaskab Demak berhasil meraih juara terbaik  2 terkait laporan pertanggungjawaban keuangan dalam kegiatan pengawasan pelaksanaan Pilgub Jateng. Sedangkan, peringkat 1 diraih...

Penerimaan Pajak Capai 15 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah hingga akhir Februari lalu telah mencapai 15 persen dari total target...

Suka Travelling dan Hunting Foto

RADARSEMARANG.COM - BAGI Nova Verina, travelling dan hunting foto adalah satu kesatuan. Setiap kali travelling di sela-sela libur kuliah, dara yang akrab disapa Nova...

Siswa SMP 1 Juara Olimpiade Geografi

SALATIGA - Dua siswa SMP N 1 Kota Salatiga berhasil meraih juara 1 dalam Olimpade Geografi Nasional 2017 tingkat SMP yang dilaksanakan di Universitas...

Setiap Bermain, Tanamkan Sportivitas dan Kejujuran

RADARSEMARANG.COM - Bermain perang-perangan layaknya di video game tentu menjadi hobi yang menarik sekaligus memacu adrenalin. Ini seperti yang dilakukan Komunitas Cannon Gel Airsoft...