33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Dewan Minta UPTD Pembibitan Ternak Ditutup

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

UNGARAN–UPTD Balai Perbibitan Ternak Unggul (BPTU) Mulyorejo akan ditutup. Penutupan dilakukan karena pengeluaran APBD untuk UPTD tersebut tidak memberikan keuntungan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mengatakan bahwa penutupan tersebut berdasarkan rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang. “Di Banggar diputuskan bahwa pendapatan dari UPTD BPTU Mulyorejo sudah dinolkan. Jadi akan ditutup, karena biayanya terlalu tinggi,” ujar The Hok, Senin (18/9) kemarin.

Selama ini, lanjutnya, pengeluaran dari APBD Kabupaten Semarang untuk UPTD BPTU Mulyorejo tidak sebanding dengan apa yang dihasilkan. “Tidak sebanding dengan tujuan untuk memberikan bibit kepada masyarakat. Selain itu tidak sesuai dengan perencanaan awal waktu didirikan,” ujarnya.

Adapun di UPTD tersebut, dilakukan pembibitan beberapa hewan seperti sapi perah, sapi potong, dan kambing etawa. “Bibit tidak ada yang menonjol, kebanyakan saat dijual pembelinya yaitu tengkulak sapi,” katanya.

Pelelangan hewan ternak di UPTD BPTU tersebut juga akan dilakukan pada 2018 mendatang. “Karena biaya dianggap memberatkan APBD, output dan outcame-nya tidak sesuai sehingga di 2018 akan dilelang,” katanya.

Dalam setahun, pembiayaan yang dilakukan oleh Pemkab Semarang untuk modal pakan ternak di tempat pembibitan tersebut mencapai miliaran rupiah. Tingginya biaya pakan ternak tersebut berdampak kepada tingginya harga jual dari hewan hasil pembibitan di UPTD tersebut. Akibatnya, harga hewan tidak mampu bersaing di pasar umum. Dikarenakan harga hewan dari UPTD tersebut lebih mahal jika dibandingkan dengan harga dari pengusaha hewan ternak. “Untuk makan ternak setahun habis miliaran. Jadi bersaing dengan pengusaha di luar pasti kalah,” katanya.

Menurut politisi PDIP tersebut, sistem regulasi untuk pengadaan pakan ternak juga berpengaruh terhadap tingginya harga jual dari hasil pembibitan di UPTD BPTU Mulyorejo. “Karena Pemkab Semarang UPTD-nya diatur oleh regulasi, sehingga pembelian pakan harus lelang, tidak bisa mengecer. Akibatnya harganya jadi lebih tinggi,” katanya.

Bahkan pembelian rumput untuk pakan ternak juga harus melalui proses lelang. Panjang dan terlalu ribetnya pengadaan pakan ternak melalui sistem regulasi, berpengaruh kepada harga ternak itu sendiri. “Akibatnya pengeluarannya tinggi. Sehingga tidak sebanding. Susu yang dijual di pasar tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Penutupan akan dilakukan pada Februari 2018 mendatang. Mulai Januari, tim appraisal akan diturunkan untuk menaksir harga keseluruhan hewan ternak di dalam UPTD tersebut. “Februari harus selesai. Anggaran pakan ternak itu cuma sampai Februari. Yang dilellang yaitu sapinya plus bibit tanaman. Untuk tempat tidak dilelang,” katanya.

Saat ini masih ada sekira 170 sapi perah dan sapi potong, serta ratusan kambing etawa. Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto mengungkapkan bahwa penutupan UPTD Mulyorejo merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, tingginya pembiayaan untuk UPTD itu membebani APBD Kabupaten Semarang. Di sisi lain, hasil dari UPTD tersebut jauh dari harapan. “Untuk meningkatkan bibit sapi dan kambing di Kabupaten Semarang persentasenya kecil tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Industri Bandeng Presto Meningkat

Soewardi, salah seorang perajin Bandeng Presto, sedang menjemur ikan bandeng di Sentra Industri Bandeng Presto Krobokan Kota Semarang, Selasa (24/4) kemarin. Seiring majunya sektor...

Siapkan Hadiah Rp 1 Juta

SALATIGA - DPC PDIP Kota Salatiga berkomitmen memerangi praktik politik uang dalam pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) yang digelar 15...

Bupati Studi Banding ke Belanda

DEMAK - Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Demak, Doso Purnomo melakukan studi...

Senang Ketemu Banyak Pejabat

Nama Ogut memang terkenal di gedung Korpri Kota Salatiga. Pria yang bernama lengkap Agus Ahmad Wahyudi ini kesehariannya bertugas menangani perizinan penggunaan atau sewa...

Peringkat Penyusunan LPPD Salatiga Turun

SALATIGA - Dalam menyusun laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD), organisasi pemerintah daerah (OPD) hendaknya melaporkan capaian secara transparan dan akuntabel. Selain itu, penyusun laporan...

Dulu Niatnya Gerakkan Pemuda Nganggur

RADARSEMARANG.COM - KAMPUNG Puspogiwang RW III Gisikdrono, Semarang Barat, Kota Semarang, bisa dinamakan sebagai Kampung Service Pintu Mobil, tidak lepas dari peran almarhum Kasno. Dia...