33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

BNN Amankan Pengedar Pil Excimer 

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap peredaran obat-obatan terlarang di Kaliwungu.  Dalam OTT tersebut petugas BNN berhasil menciduk satu pengedar dan dua orang yang diduga pembeli dan pemakai.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 978 butir pil excimer, tiga botol wadah pil excimer, kantong plastik klip, HP yang digunakan untuk transaksi dan sejumlah uang senilai Rp 964 ribu.
Satu pengedar yakni Setio Budi alias Bogel, 22. Sedangkan dua orang yang diduga pemakai adalah Abdul Rohman, 30 dan Andi Royan, 20. Ketiganya diamankan dan dimintai keterangan untuk selanjutnya diserahkan ke Polres Kendal.

Setio Budi mengatakan, jika sudah dua tahun ini menjual pil excimer secara ilegal. Pil-pil tersebut ia dapat dari seorang bandar dari Kota Semarang. “Awalnya minum-minum bareng, kemudian saya ditawari untuk menjualkan cepuk putih (Pil Excimer, Red). Katanya keuntungannya lumayan,” katanya, Senin (18/9) kemarin.

Karena sudah lama menganggur, Budi mengaku mau mengambil tawaran tersebut. Untuk satu botol dalam kemasan cepuk, ia beli seharga Rp 800 ribu yang berisi 1.000 butir pil excimer. Pil-pil tersebut kemudian ia jual seharga Rp 20 ribu perpaket (10 butir). Jadi untuk satu botol, ia bisa meraup untung sebesar Rp 1,2 juta.
Warga Dukuh Ngrombong, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu itu mengaku, sehari ia bisa menjual rata-rata 4-5 paket. Dalam sebulan ia bisa menjual 2-3 botol. Jadi keuntungan bisa mencapai 2-3 juta perbulan. “Rata-rata pembeli adalah siswa, pengangguran dan anak-anak muda,” tuturnya.
Sementara Abdul Rohman, mengaku memang sudah biasa membeli pil excimer dari Setio Budi. Bahkan dalam sepekan ini, ia sudah dua kali membeli pil tersebut. “Saat minum rasanya santai, beban rasanya hilang,” akunya yang tengah dalam kondisi dalam pengaruh obat.

Sementara Andi Royan mengaku tidak pernah mengonsumsi. Saat penangkapan ia mengaku kebetulan sedang bersama Rohman untuk membeli hewan musang untuk ia pelihara. “Saya minta dianter Rohman, ndak taunya dibelokkan untuk beli obat. Nah saat transaksi itu, petugas BNN datang dan menangkap kami,” tandasnya.

Kasi Pemberantasan BNNK Kendal, Kompol Crubus mengatakan dari pengakuan Setio Budi, pengedar ini memang sudah lama dalam incaran BNN. Pil excimer tersebut didapatkan penjual dari seorang bandar warga Semarang dengan harga Rp 800 ribu . “Barangnya biasanya diantar ke rumah oleh bandar dari Semarang,” tuturnya.
Kasi Pemberantasan BNNK Kompol Crubus, menceritakan penangkapan tersebut bermula dari laporan warga yang sering melihat gelagat mencurigakan. “Berbekal info tersebut, kami bersama petugas Polres Kendal dan Polsek Kaliwungu menangkap pengedar saat bertransaksi di Jalan Kedungrombo,  Kecamatan Sarirejo,”  tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...