33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Jadi Penyemangat Anak Didik Ciptakan Kartun Berkualitas

Suratno, Guru SMPN 17 Semarang Juara Kontes Kartun Dunia di Serbia

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Coretan kartun Suratno, guru SMP Negeri 17 Semarang menyabet penghargaan tertinggi dalam kontes kartun tingkat dunia bertajuk 19th Antiwar Cartoon Saloon 2017 di Serbia, belum lama ini.

AFIATI TSALITSATI

KARTUN hasil goresan tangan Suratno itu meraih penghargaan bertitel The City of Suresnes (France). Pada ajang tersebut, Suratno mengakui tujuan utamanya adalah ingin memberikan contoh kepada para siswanya. Selain itu, untuk memberikan semangat bagi mereka supaya mau mengikuti lomba-lomba serupa.

“Sebenarnya nggak mengira akan menjuarai lomba, saya itu ingin contohkan pada anak didik bahwa ini lho saya berani untuk ikut lomba, kalian jangan mau kalah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Suratno mengirimkan tiga karya. Karya pertama berupa coretan kartun alutsista (alat utama sistem pertahanan) berupa tank yang sudah tidak dipakai dan dibuat mainan anak-anak. Sedangkan kartun kedua masih berkutat dengan tank yang dijadikan sebagai alat pembangunan.

“Satu lagi karya saya seorang tentara bersenjata. Kepalanya berbentuk dua jari simbol perdamaian. Saya belum tahu kartun yang mana yang menang. Tapi yang jelas saya dikabari mendapat penghargaan tertinggi dari Serbia,” ungkap pria yang kerap disapa Pak Ratno ini, Sabtu (16/9).

Penghargaan yang diraihnya itu, semata-mata sebagai pelecut semangat siswa-siswinya untuk lebih mengasah kemampuan dalam menciptakan kartun-kartun berkualitas internasional.

Pria asli Semarang ini juga rupanya memiliki beragam prestasi meski dirinya mengaku baru mulai mengikuti perlombaan sejenis sejak 2017. Ia mengaku, sebelumnya hanya fokus menjadi guru dan beberapa profesi lain seperti pelukis, fotografer, bahkan penulis di beberapa surat kabar dan tabloid di Kota Semarang.  “Prestasi ini untuk murid SMPN 17 agar lebih rajin mengirimkan karya ke lomba tingkat internasional,” katanya.

Pria asli Semarang ini mengaku bangga mampu menyabet juara dalam kontes kartun di Serbia. Capaian itu membuatnya semakin giat untuk mengajak anak didiknya tampil di kancah internasional. Ia bilang sudah menyiapkan sejumlah agenda untuk mengirim kartun bersama ke lomba internasional.

Penghargaan di Serbia, katanya, bukanlah yang pertama. Ia juga pernah menang kontes di Tiongkok dan Ukraina. Karya Suratno lainnya belakangan juga masuk nominasi final dalam sejumlah lomba di Turki dan Tiongkok. “Tinggal menunggu hasilnya,” ujar pria kelahiran 5 Juni 1963 ini.

Ke depan, ia akan terus mengajar dan mengajak muridnya untuk terus berkarya dan berprestasi supaya dapat membuktikan bahwa seniman Indonesia, khususnya Kota Semarang, bisa bersaing di kancah internasional. Selain itu, ia juga sedang menyiapkan galeri pribadi di Banyumanik. Galeri tersebut akan memajang karya-karya pribadinya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rempah dan Santan Perkaya Citarasa Soto Melayu

SOTO Melayu, masakan berkuah ini menjadi andalan baru bagi Hotel NJ Horison yang terletak di Jalan MT Haryono nomor 32-38 Semarang. Sajian kuliner yang...

Sukses Operasi Pemisahan Tubuh, Rochman-Rochim Ingin Jadi Dokter

PADA 4 September 2009, Abdul Rochman dan Abdul Rochim terlahir dengan kondisi pygopagus. Pantatnya melekat. Hanya ada satu penis. Pada 2010, operasi dilakukan. Kini...

Laporkan Dinas Kebakaran ke Ombudsman

SEMARANG - Kepala Dinas Kebakaran Kota Semarang, Arif Rudianto dilaporkan ke Ombudsman Perwakilan Jateng oleh eks pegawai yang tergabung dalam Aliansi Damkar Menggugat (ADM), Senin...

Smartfren Terus Perkuat Pasar Jateng

SEMARANG - Smartfren kembali memperkuat pasarnya dengan meluncurkan 3 device baru. Yakni Andomax L, Andromax B dan MiFi Andromax M3S LTE CAT4 yang berkerjasama...

Tidak Akan Mengubah, Dulu Rumah Lurah

RADARSEMARANG.COM - Berakhirnya era kolonial, membawa banyak perubahan. Termasuk desain hunian yang keluar dari standar bangunan khas ala Belanda. Adalah Rumah Jengki, yang cukup...

Untuk Biaya Hidup, Cuci Pakaian Teman Kos

Kisah hidup Nur Riwayati bisa jadi inspirasi. Ia berasal dari keluarga miskin. Namun semangatnya untuk mengejar cita-cita tak pernah surut. Kini, dia sudah menyandang...