32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Tukang Gigi Dilarang Pasang Behel

SALATIGA – Polres Salatiga mendapatkan apresiasi atas penindakan hukum terhadap tukang gigi yang memasang behel (kawat gigi) ke masyarakat belum lama ini. Hal ini disebutkan sebagai yang pertama di Indonesia.

Apresiasi disampaikan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Makassar yang berkunjung ke Salatiga, kemarin. “PDGI Makassar sengaja datang untuk belajar kasus penindakan tukang gigi yang ditahan dan akhirnya divonis pidana empat bulan. Kami sangat mengapresiasi karena itu yang pertama di Indonesia,” terang Ketua PDGI Makassar drg Ardar Bani yang bersama 14 pengurus lainnya bertemu dengan pengurus PDGI Kota Salatiga.

Di kota – kota besar, banyak sekali praktik tukang gigi. Bahkan di Makassar, tidak jarang tukang gigi membuka praktik di sebelah dokter gigi. Sementara di Salatiga, tukang gigi yang berizin ada sekitar 15 orang.

Pengurus PDGI Kota Salatiga drg Nunung Wijayanto menjelaskan bahwa kasus pemasangan behel gigi yang dilakukan tukang gigi adalah bentuk pelanggaran serius terhadap peraturan menteri kesehatan. “Tukang gigi harus berizin. Mereka hanya membuat dan memasang gigi tiruan yang lepasan. Selain itu tidak boleh,” jelas Nunung yang menjadi saksi ahli dalam kasus tersebut.

Hanya saja, praktiknya saat ini, banyak tukang gigi yang disebutkan juga mencabut dan menambal gigi. “Hal itu sangat merugikan dan justru membahayakan pasien atau masyarakat. Mulai dari peralatan yang tidak standar serta tidak ada jaminan kesehatan karena yang memahami hal itu adalah dokter gigi,” imbuh dia.

Pada Januari 2017 silam, dua orang berinisial Fr dan I melakukan praktik pemasangan behel gigi panggilan. Keduanya secara berkeliling door to door melayani jasa memasang behel gigi kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini mendapatkan respons karena jika pemasangan behel gigi di dokter, maka biayanya cukup mahal. Setelah diketahui, keduanya kemudian dilaporkan dan ditahan oleh penyidik Polres Salatiga. Keduanya akhirnya divonis pidana empat bulan penjara. (sas/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here