33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Bimbingan Belajar, Makanan Pendamping Siap Saji

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Bimbingan belajar atau Bimbel, termasuk salah satu dari berbagai jenis lembaga kursus pelatihan (LKP) sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003. Sesuai undang-undang tersebut, LKP bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan sikap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan, yakni para siswa SD, SMP, dan SMA. Bimbel bagian dari lembaga Pendidikan Non Formal (PNF) yang keberadaannya diakui oleh pemerintah. UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 62 disebutkan pendirian satuan pendidikan formal dan non formal wajib memperoleh izin pemerintah atau pemerintah daerah.

Mengapa Bimbel menjamur? Bimbel memang menyediakan semua serba manis dan enak. Bagai restoran siap saji yang menyajikan berbagai menu dan rasa tergantung dari selera dan kantong kita. Fasilitas ruangan, tenaga pengajar dan kebutuhan belajar. Fasilitas ruangan ber-AC ,mentor dengan wajah sumringah dan berpenampilan parlente yang selalu siap menjawab dan memberikan solusi segenap kesulitan siswa dalam hal pelajaran.

Di Bimbel, siswa bisa wajar berinteraksi dengan mentor tanpa perlu basa basi dan sangsi. Bau wangi yang ditebar para mentor, suara lunak yang bersahabat, seakan memberikan relaksasi tersendiri bagi para siswa setelah seharian berkutat dengan kegiatan yang ada di sekolah. Mengikuti Bimbel berarti punya kesempatan belajar lebih lama, dengan risiko lebih capek dan orangtua harus mengeluarkan “uang ekstra” yang lebih besar dibanding dengan biaya pendidikan di sekolah formal, karena memang Bimbel adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan (profit).

Target Nilai

Memang, ketika sekolah tak lagi bisa menyediakan segala yang diperlukan siswa, Bimbel menjadi sebuah harapan. Sekolah kini boleh jadi adalah tempat kedua setelah Bimbel. Di sekolah siswa sering mengapresiasi guru sebagai sosok yang angker yang sulit diajak bercanda sembari memecahkan soal-soal pelajaran yang acapkali belum mereka pahami. Di sekolah jarang sekali menerapkan sistem target bagi siswanya, sedangkan di Bimbel pasti setiap siswanya diberikan target nilai sesuai dengan kemampuannya. Sehingga siswa terpacu untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Di sekolah, pembelajaran cenderung lama dan bertele-tele, sebaliknya di Bimbel waktu belajar sangat cepat dan berbobot, disampaikan kiat-kiat belajar efektif, sehingga siswa tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk menguasai beberapa materi pelajaran. Bahkan banyak Bimbel yang menggaransikan kemampuan siswa untuk menapak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang sesuai dengan selera dan harapan hati.

Menjamurnya Bimbel dan semakin banyak peminat untuk ikut Bimbel, faktor dominannya adalah orangtua anak itu sendiri. Orang tua zaman sekarang semakin banyak yang memanjakan anaknya. Banyak anak yang meminta orangtua mereka untuk ikut dalam Bimbel karena kemalasan dalam diri anak untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolah. Akibatnya, para mentor yang seharusnya memberikan penjelasan mata pelajaran berubah fungsi menjadi sosok yang bisa mengerjakan tugas mereka untuk diserahkan kepada guru di sekolah. Para orangtua sekarang enggan mendampingi anaknya untuk belajar mandiri,apalagi membantu mengajari atau mengulang kembali materi pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

Jika kondisi seperti ini, maka Bimbel bisa menjadi suatu solusi untuk menunjang keberhasilan pendidikan formal anak. Ketika sekolah dirasa penuh dengan tekanan, dan anak-anak butuh menyalurkan segala beban, maka Bimbel adalah wadahnya. Bimbel tidak lagi bisa dianggap sebagai kudapan, tetapi kini dia kebagian peran menjadi makanan pendamping dari  makanan utama yang tidak bisa dinomorduakan. Rasanya makan tanpa Bimbel jadi tak mantap , tak sedap, tak nikmat dan selalu siap saji kapan saja siswa membutuhkan. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...