33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Waspadai Peredaran Obat Bikin Gangguan Mental

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG- Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Polda Jateng, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Balai POM Jateng mewaspadai peredaran obat yang menyebabkan gangguan mental di kalangan remaja. Obat yang dimaksud mengandung paracetamol, caffein, dan carisoprodol atau dikenal dengan PCC. Dari hasil penyelidikan di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum ditemukan obat serupa di Jateng.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, mengatakan, peredaran obat-obatan seperti PCC ini dinilai sebagai bentuk ancaman nyata bagi generasi muda. PCC masuk ke dalam kategori obat yang dilarang beredar. Efeknya sendiri, sudah ada 60 orang menjadi korban, bahkan ada yang meninggal di Kendari, Sulawesi Tengah.

“Pengembangan dan penyidikan masih dilakukan, semoga segera diketahui motifnya. Apakah memang ada misi dari oknum tertentu untuk menghancurkan generasi bangsa atau tidak. Itu yang harus kita waspadai bersama,” katanya di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Jumat (15/9).

Tri Agus menjelaskan, peredaran obat-obatan seperti PCC tersebut harus diwaspadai di wilayah Jateng. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas belum menemukan obat tersebut beredar di Jateng.

“Hasil penyelidikan, sementara ini di Jateng belum ada. Mudah-mudahan seperti itu (tidak ada, Red). BNNP Jateng, Polda, Dinas Kesehatan, dan Balai POM akan terus melakukan pengawasan obat-obatan berbahaya ini,” paparnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan upaya memberikan pemahaman kepada perlajar dan mahasiswa terkait bahayanya narkoba, terutama PCC ini. Saat ini, BNN bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng sedang merumuskan upaya bersama.

“Kemarin, Kepala BNN Pusat sudah mengarahkan untuk memberikan pemahaman secara dini kepada para pelajar dan mahasiswa tentang narkotika, Harapannya, segera masuk kurikulum. Sudah koordinasi dengan Disdikbud seluruh provinsi juga,” katanya.

Jenis obat PCC sendiri sudah dilarang beredar sejak 2013. Hal itu terkait kandungan dalam obat tersebut apakah mengandung narkotika atau tidak masih menunggu hasil uji lanboratorium.

Tri Agus menegaskan, sekarang ini pihaknya dan instansi terkait harus lebih intensif dalam mengamati dan mengawasi peredaran obat-obatan yang sudah dilarang. “Yang jelas, obat ini sudah menimbulkan dampak luar biasa. Kan sudah dilarang sejak 2013, kalau masih produksi dan diedarkan, berarti itu pelanggaran produksi,” ujarnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...