Beranda Mungkid Polres Lakukan Prarekonstruksi

Polres Lakukan Prarekonstruksi

Bullying di SMA TN

Others

MUNGKID—Polres Magelang memastikan kasus kekerasan dan bullying di SMA Taruna Nusantara (TN)  jalan terus. Penyidik masih mengumpulkan data dan keterangan. Kemarin, penyidik menggelar prarekonstruksi di SMA Taruna Nusantara. Sayangnya, proses ini terutup untuk awak media. Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus yang menimpa salah satu pelajar SMA Taruna Nusantara berinisial MIH, 15.

“Prarekonstruksi ini  untuk memperjelas, menyinkronkan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan para saksi dengan kejadian di lapangan,” jelas Kapolres Magelang, AKBP Hindarsono, ketika ditemui di Mapolres Magelang.

Dalam kasus ini, lanjut Hindarsono, pihaknya mengaku berusaha profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak. Baik sebagai saksi maupun sebagai terduga pelaku. “Kita juga akan upayakan dari pihak sekolah dan keluarga korban, nanti seperti apa. Kalau memang akan ada pertemuan, ya monggo,” katanya. AKBP    Hindarsono menyebut, pada prarekonstruksi kemarin,  enam siswa SMA Taruna Nusantara  dilibatkan. “Kita undang semuanya, ada enam, sementara masih itu.”

Pemeriksaan yang dilakukan selama ini, kata Hindarsono, masih dilakukan di kompleks SMA Taruna Nusantara. Ke depan, Hindarsono akan memindah proses pemeriksaan ke Mapolres.  “Kita masih memeriksa anak terduga pelaku, sementara masih ke sana (SMA Taruna Nusantara). Nanti supaya pemeriksaan berjalan bagus, akan kita lakukan di Polres, dengan didampingi keluarga, sekolah, dan pihak terkait lain,” ungkapnya.

Hindarsono berharap, pihak Taruna Nusantara bisa membuka diri dan bekerja sama dalam penyelidikan kasus tersebut. Sehingga kasus serupa tidak lagi terjadi di masa depan. “Sejauh ini kita masih terus berkoordinasi dengan sekolah. Keluarga anak korban juga masih terus koordinasi. Anak masih sekolah SMA TN.”

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika orang tua korban, EC, 45, melaporkan aksi dugaan bullying berupa kekerasan fisik yang terjadi di dalam kompleks SMA Taruna Nusantara. Tepatnya, di Graha Rajawali I. Dugaan bullying  terjadi pada Kamis (31/8)  dan dilaporkan pada Sabtu (2/9).

Pihak SMA Taruna Nusantara  menyesalkan munculnya laporan dugaan bullying berupa kekerasan fisik  ke Polres Magelang. “Kenapa tidak melaporkan lebih dulu ke sekolah secara berjenjang. Mulai dari wali graha (wali asrama) yang bertanggung jawab langsung terhadap siswa,” kata Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Cecep Iskandar. (vie/isk)

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here