33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Oknum Satpol PP Terancam Sanksi Tegas

Aniaya Pengamen Simpang Lima

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang belakangan ini kerap terpojok akibat perilaku oknum anggota. Pihak Satpol PP sendiri saat ini sedang berbenah, termasuk memberi sanksi kepada oknum yang berperilaku tidak patut. Yang terbaru,  sebanyak empat oknum anggota Satpol PP Kota Semarang dipermasalahkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang atas dugaan penganiayaan terhadap seorang pengamen bernama Suprehatin, 18.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan, telah menindaklanjuti informasi adanya oknum yang melakukan pemukulan terhadap seorang pengamen tersebut. “Anggota yang saat itu bertugas sudah dimintai keterangan (diperiksa) oleh Kabid Tibum,” kata Endro, Jumat (15/9).

Ia menyesalkan upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) seringkali dihadapkan dengan pihak-pihak yang tidak bisa menerima.  “Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang PGOT (pengemis, gelandangan, dan orang telantar) jelas, termasuk pengamen, dilarang berkeliaran di jalan-jalan di wilayah Kota Semarang.  Tapi kami selalu dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang tidak puas saat kepentingannya terusik dengan gencar-gencarnya razia Satpol terhadap PGOT,” katanya.

Namun demikian, dalam penindakan, petugas Satpol PP diharuskan bertindak humanis, tidak boleh ada kekerasan. “Iya, selalu ditekankan pimpinan di satpol, seluruh anggota di lapangan agar selalu humanis,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memastikan, apabila ada jajaran Pemkot Semarang yang terbukti melakukan tindak pelanggaran, akan dijatuhi sanksi sesuai aturan.

“Saya harus pertegas, barangkali bisa disampaikan kepada masyarakat, kalau ada kawan saya berbuat hal tidak baik kemudian melanggar ketentuan, maka sudah bisa dipastikan, akan ada sanksi sesuai aturan.  Kenapa saya tidak menjawab vulgar, karena saya sampai hari ini, laporan terinci mengenai pemukulan tersebut belum ada,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dikatakannya, ia bisa memastikan apabila hasil dari Inspektorat Kota Semarang dalam melakukan penyelidikan dan dinyatakan terbukti, akan diberlakukan sanksi. “Apabila persoalan itu sampai ke meja saya, dan dinyatakan dia bersalah, sembrono, pasti kami kenai sanksi. Pasti itu, tidak usah khawatir,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari LBH Semarang, kejadian pemukulan tersebut terjadi pada Selasa (12/9). Semula seorang pengamen di kawasan Simpang Lima ditangkap, kemudian dibawa menuju Kantor Satpol PP Kota Semarang. Sesampai di Kantor Satpol PP, pengamen bernama Suprehatin itu ditanya mengenai identitas dan alamat.

Suprehatin diminta menghitung uang hasil ngamen. Setelah itu, tanpa diterangkan secara jelas apa kesalahan dari yang bersangkutan, salah satu anggota Satpol PP Kota Semarang yang tidak diketahui namanya, langsung melayangkan pukulan berkali-kali pada bagian kepala belakang dan bagian wajah. Akibatnya, Suprehatin mengalami luka di pelipis kiri. Setelah dipukuli dan sedang dalam kondisi luka yang bersangkutan diberikan uang sebesar Rp. 10 ribu dan disuruh pulang. Kasus ini juga telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wihaji Uji Nyali di Bukit Sikuping

BATANG – Ingin membuktikan wisata di Kabupaten Batang potensial, Bupati Batang Wihaji langsung sambangi lokasi wisata baru titik penerbangan paralayang di area wisata milik...

Pemkab Dorong Pemanfaatan IT

WONOSOBO - Pemanfaatan media informasi berbasis teknologi informasi oleh OPD tengah digalakkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten (Diskotik) Wonosobo. Masing-masing OPD, diminta untuk memiliki...

Awalnya Jadi Beban, Kini Jadi Penyemangat

Setiap musim kompetisi, tim PSIS Semarang selalu merekrut pemain baru. Tak terkecuali saat menghadapi ajang Liga 2 saat ini. Dari 27 pemain yang telah...

Sebar 692 Ribu Bibit Ikan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan 692 ribu bibit ikan ke Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang....

Peserta Sinok-Sinang Membeludak

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Sebanyak 127 mengikuti seleksi pemilihan Sinok dan Sinang Duta Wisata Kendal. Mereka nantinya akan bersaing untuk menjadi Duta Wisata Kendal tahun 2018. Ketua Panitia...

Panggil Pengusul Raperda Copy Paste

UNGARAN - Terungkapnya raperda copy paste (copas) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Sidang Paripurna DPRD setempat berbuntut panjang. Pimpinan DPRD Kabupaten Semarang berencana memanggil...