33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Nasabah Gugat BRI Cabang Kendal

Hutang Lunas, Agunan Sertifikat Tanah Dilelang

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

KENDAL—Merasa dirugikan, nasabah Bank BRI Cabang Kendal mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kendal. Nasabah tersebut diketahui bernama Samuri, 63, warga Ringinarum yang kehilangan agunannya karena dilelang oleh pihak bank secara sepihak.

Didampingi, kuasa hukumnya Jawade Hafidz Arsyad mengatakan jika dirinya dirugikan karena sertifikat tanah miliknya yang jadi agunan pinjamannya di BRI setempat. Padahal, Sumari mengaku sudah melunasi seluruh angsuran atas hutangnya di BRI.

Jawade mengatakan, kliennya merupakan salah satu nasabah yang dirugikan BRI Cabang Kendal. “Ini janggal, sebab klien saya mengaku awalnya kesulitan untuk melunasi hutangnya. Tiba-tiba tanpa diberitahu, salah satu sertifikat tanah berupa sebidang tanah miliknya akan dilelang. Malah lelang sudah selesai dan dalam waktu dekat, sawahnya dieksekusi,” ujarnya, kemarin.

Sebagai upaya hukum, pihaknya telah mengajukan gugatan ke PN Kendal pada 1 Agustus 2017. Langkah hukum itu sebagai perlawanan eksekusi pengosongan lahan miliknya. Sebab menurutnya, proses pengajuan lelang tidak transparan kepada nasabah. “Klien kami ini sama sekali tidak diberitahu kalau agunannya akan dilelang. Padahal sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, klien kami harus diberitahu terlebih dahulu,” tandasnya.

Dijelaskan, dengan gugatan tersebut pihaknya ingin mengungkapkan proses ketidakadilan yang menimpa kliennya. “Kasihan nasabah dan rakyat kecil yang jadi korban, karena adanya mafia lelang yang dilakukan oleh oknum di BRI ini,” ujarnya.

Jawade menambahkan, pihaknya juga meminta PN Kendal untuk menunda eksekusi. Sebab masalah ini masih dalam proses hukum. Kalaupun panitera sudah mendapatkan perintah dari ketua pengadilan untuk tidak memaksakan.

“Sebab kalau sampai terjadi eksekusi, sementara proses hukum masih berjalan, akan menimbulkan kegaduhan. Semua pihak harus menunggu keputusan pengadian yang telah berkekuatan hukum tetap. Apakah lelang itu prosedurnya benar atau tidak,” jelasnya.

Sementara Samuri, menjelaskan jika dirinya pinjam di BRI Cabang Kendal sejak tahun 1986. Awalnya pinjam Rp 5 juta dengan menggadaikan sertifikat sawah 6000 meter. Saat itu, mengajukan pinjaman Rp 5 juta kemudian diganti dua sertifikat 2 diberi pinjaman kembali Rp Rp 10 juta.

Sampai tahun 2008, hutang Samuri mencapai Rp 500 juta dengan total sertifikat yang diagunkan enam bidang. “Saya selalu mengangsur hutang itu dan akhirnya melunasi hutangnya pada 24 Desember 2014 dengan membayar Rp 21.371.476 ke BRI Cabang Kendal,” katanya sembari menunjukkan bukti pelunasan hutangnya.

Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Kendal sudah tiga kali didatangi wartawan untuk dimintai keterangan, tapi enggan memberikan penjelasan. “Dua kali Pimpinan kami ke Semarang. Termasuk hari ini tidak bisa menemui karena ada tamu,” ujar salah satu karyawan BRI Cabang Kendal yang enggan disebut namanya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Amankan Mobil Boks Penuh Miras

DEMAK-Aparat kepolisian dari Polres Demak berhasil mengamankan sebuah mobil boks bermuatan ratusan botol minuman keras (miras). Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo...

Broadcast Snack Kripik Jamur Masuk Narkoba Golongan 1 kembali Beredar

JawaPos.com - Masyarakat kembali dihebohkan dengan adanya temuan keripik jamur mengandung narkoba. Dalam sebuah pesan berantai, kasus itu diungkap Direktorat IV Bareskrim Polri. ...

Honda Perkuat Pasar Moge

SEMARANG - Main dealer Astra Motor Jawa Tengah, kembali meluncurkan satu varian motor gede (moge) untuk memperkuat penjualan big bike Honda di Jawa Tengah....

Tepis Stigma Negatif, Gelar Kontes Sabung Ayam

UNGARAN–Ribuan pecinta ayam petarung dari seluruh wilayah Indonesia tumpah ruah dalam ajang Kontes Ayam Laga Indonesia Best Champion di Kecamatan Bandungan, Minggu (30/4) kemarin....

Isak Tangis Iringi Pemakaman Pratu Ibnu

DEMAK- Isak tangis keluarga dan ratusan warga langsung pecah begitu mobil ambulans yang membawa jenazah Pratu Ibnu Hidayat, 25, tiba di kampung halamannya Dukuh...

IPHI Berperan dalam Pembangunan 

DEMAK-Para jamaah haji yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) memiliki peran besar dalam pembangunan daerah. Karena itu, organisasi kemasyarakatan ini dinilai sangat...