33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Aset Desa Wajib Dilaporkan ke Pemkab

Penentu Tipikal Desa Kaya atau Miskin

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Pemkab Demak mewajibkan setiap desa untuk melaporkan aset desa yang menjadi wilayah kewenangan pemerintah desa. Pelaporan aset ini diperlukan untuk memastikan status, apakah desa terkait tersebut termasuk tipikal desa kaya atau desa miskin.

“Aset desa merupakan hasil dari kekayaan desa yang diperoleh desa dan dikelola oleh desa. Karena itu, aset desa menjadi data penting yang selanjutnya dapat menjadi kajian akademik untuk penentuan golongan desa kaya atau miskin tersebut,” kata Bupati Demak HM Natsir.

Menurutnya, persoalan desa harus diatasi bersama sama. Dengan demikian, harus dapat dipastikan tidak ada konflik yang terjadi baik antara kepala desa (kades) dengan BPD (Badan Perwakilan Desa) ataupun dengan perangkat desa. “Ojo nek seneng dadi balane, tapi nek ora seneng ora dadi balane (Jangan berprinsip kalau senang menjadi teman, tapi kalau tidak senang justru bermusuhan). Mari bangun desa dengan baik secara bersama sama,” katanya di sela sosialisasi peraturan bupati (Perbup) tentang aset desa di Pendopo, kemarin.

Bupati mengatakan bahwa sejauh ini ada kecenderungan jika bengkok kades atau desa menghasilkan pendapatan, tapi tidak dilaporkan ke Pemkab. Namun, jika ada bengkok yang tidak produktif, justru dilaporkan. Bahkan, jika timbul masalah hukum, baru dilaporkan.

“Mestinya ada hasil atau tidak, tetap harus dilaporkan sehingga kita tahu kondisi desa yang sebenarnya, termasuk hasil lelangan bondo deso. Aku ora njaluk duite (aku tidak minta uangnya),” katanya.

Dia menambahkan, sebelum menjadi kades tentu sudah mengetahui apakah bengkoknya menghasilkan atau tidak. Karena itu, ketika bengkok tidak produktif, mestinya bisa memilih atau mencalonkan menjadi kades di desa lainnya yang bengkoknya produktif. Apalagi, sekarang ini setiap warga dimanapun berada, berhak mencalonkan diri sebagai kades atau perangkat desa meski tidak dari desa asal. “Wong Mranggen ingin jadi kades di Desa Jali, Kecamatan Bonang juga boleh,” ujarnya.

Bupati HM Natsir juga menyoroti masalah tanah bengkok yang dikeruk untuk dijual oleh kades. Mestinya kalau persoalan tersebut dilaporkan ke Pemkab dapat dicarikan solusi sehingga tidak menjadi polemik di desa, termasuk soal tanah lapangan yang ditempati SD. “Jadi, kami ingin semua aset desa jelas. Seberapa banyak aset desa yang tidak jelas ini, harus dapat diketahui sehingga tidak menjadi konflik di masyarakat,” katanya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lebih Simpel, Canangkan Kalisegoro Sejuta Anggrek

RADARSEMARANG.COM - Ibu-ibu RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mencoba melalukan budidaya anggrek dengan cara kultur jaringan. Mereka  didampingi tim dari Lembaga Penelitian dan...

Omzet Pedagang Pasar Barito Baru Merosot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Barito yang sudah dipindah ke Pasar Barito Baru, Penggaron sudah memulai usahanya sejak awal Februari lalu....

Sudirman Belum Tentukan Pendamping

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Bakal Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said belum juga menentukan pasangan yang akan diajak bertarung dalam Pilgub Jateng. Mantan Menteri ESDM tersebut...

Targetkan Pengunjung Naik 2 Ribu

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Momen liburan sekolah menjadi peluang besar bagi usaha alat tulis di Magelang untuk meningkatkan penjualannya. Karena itulah, manajemen Artos Mall terdorong...

Bupati Kudus Serahkan Rastra dan KKS

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus H Musthofa mendukung penuh kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat. Yakni pemberian beras untuk...

Tewas Tersengat Listrik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Nasib nahas menimpa Bernadus Prasetyo, 38, warga Potrobangsan Magelang Utara Kota Magelang, Sabtu (3/3) pagi. Ia tewas karena tersengat arus listrik...