33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

25 September, E-Tilang CCTV Diberlakukan

Polisi Akan Datangi Rumah Pelanggar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANGPara pengendara yang melakukan pelanggaran lalu-lintas di Kota Semarang terancam tilang. Mereka terekam melalui kamera pengintai alias close circuit television (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik persimpangan. Data pelat nomor polisi kendaraan yang terekam akan diketahui identitas pemiliknya. Selanjutnya, polisi akan mendatangi rumah pelanggar tersebut untuk dilakukan penilangan.

Terobosan yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dengan pihak kepolisian ini diberi nama E-Tilang CCTV. Saat ini, sedikitnya telah terpasang sebanyak 27 kamera pengintai atau CCTV yang terpasang di 27 titik ATCS.

“Tadi pagi (Jumat, 15 September) Forum Lalu Lintas telah mengadakan rapat, mengundang dari pihak kejaksaan, pengadilan, Ditlantas Polda Jateng, Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub, dan Satpol PP. Kami melakukan rapat kooordinasi tentang persiapan pelaksanaan E-Tilang CCTV,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/9).

Dikatakannya, hasil rapat koordinasi tersebut disepakati, bahwa mulai Jumat, 15 September hingga 24 September 2017 adalah masa sosialisasi penerapan E-Tilang CCTV tersebut. “Pada 25 September 2017, kami akan terapkan E-Tilang CCTV terhadap pelanggaran yang dilakukan pengguna lalu-lintas,” terang Khadik.

Pihaknya saat ini akan melakukan tahap sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Baik media cetak, elektronik, radio, maupun media sosial hingga spanduk dan MMT.

“Secara teknis, sudah kami cek kesiapannya. Semua ada sebanyak 27 ATCS, di dalamnya ada CCTV yang dikendalikan dari ATCS Center di Dinas Perhubungan Kota Semarang. Nanti akan bisa terlihat pengendara mana saja yang melanggar ketentuan aturan,” bebernya.

Pelanggaran lalu lintas apapun akan ditindak apabila terekam melalui CCTV tersebut. “Entah dia misalnya sedang nyetir sambil main handphone, sehingga mengganggu konsentrasi yang rentan mengakibatkan kecelakaan. Itu melanggar. Berhenti di tempat larangan, parkir di tempat larangan dan lain-lain, semua bisa terpantau melalui CCTV,” katanya.

Foto dan video dari rekaman CCTV tersebut akan dijadikan alat bukti. Termasuk dilakukan pengecekan data pemilik kendaraan yang melanggar tersebut. “Nanti dari petugas Satlantas bisa menilang kendaraan dengan cara mendatangi ke alamat rumah pemilik kendaraan tersebut. Penilangan ini kewenangan dari Satlantas,” tegas dia.

Meski demikian, Khadik berharap adanya penerapan E-Tilang CCTV tersebut tidak perlu  membuat masyarakat resah. “Tidak perlu galau atau resah. Hal yang terpenting masyarakat berbudaya untuk menaati aturan berlalu lintas. Saya yakin semua masyarakat sudah paham tentang pentingnya disiplin berlalu lintas. Tujuan penerapan E-Tilang CCTV ini untuk memberikan jaminan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna lalu lintas di Kota Semarang,” katanya.

Karena itu, lanjut Khadik, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menaati ketentuan aturan lalu-lintas. Kalau misalnya masyarakat sudah taat aturan, ia yakin tidak akan ada yang perlu dirisaukan.

“Kalau kemudian misalnya ‘Pak, kendaraan itu sudah saya jual, tapi masih atas nama saya, sekarang dipakai oleh orang lain’. Nah, nanti teknisnya tetap yang didatangi adalah nama sesuai dengan surat kepemilikan kendaraan. Sesuai ketentuan aturannya harus disesuaikan dengan pemiliknya. Maka jika terjadi konteks masalah seperti itu, masyarakat diminta untuk balik nama ke pemilik kendaraan yang baru,” ujarnya.

Khadik menjelaskan, penerapan E-Tilang CCTV merupakan salah satu upaya membentuk kultur masyarakat yang taat terhadap aturan lalu lintas. Baik ada polisi atau tidak, bahwa masalah keselamatan, keamanan dan kenyamanan, berkendara menjadi setiap orang.

“Di Singapura, sudah jarang terlihat polisi berada di jalan. Semua sudah menggunakan teknologi. Petugas Dishub, juga melakukan peringatan melalui loudspeaker di titik-titik persinpangan. Misalnya, ada pengendara tidak menggunakan helm, nanti petugas yang memantau dari CCTV akan memeringatkan melalui speaker tersebut ‘Tolong pengendara yang tidak mengenakan helm, bisa menggunakan angkutan umum yang ada’. Kalau pengendara itu tetap nekat, foto CCTV ini tinggal kami kirim ke Ditlantas Polda Jateng via email. Data identitasnya nanti akan keluar. Itu hanya dengan hitungan detik, data pengendara yang melanggar bisa diketahui. Kemudian bisa langsung ditilang,” bebernya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengatakan, pemberlakuan E-Tilang CCTV ini akan membantu pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Semarang dalam mengajak masyarakat membiasakan disiplin lalu-lintas.

“Ini menunjukkan adanya terobosan yang baik. Pemerintah bisa mengingatkan kepada masyarakat secara langsung menggunakan loudspeaker, atas pantauan melalui CCTV. Ini cukup luar biasa. Diharapkan nanti bisa menurunkan tingkat pelanggaran. Kalau nekat melanggar akan ditilang,” katanya.

Meski begitu, dia berharap agar pelaksanaannya perlu dilakukan bersama-sama. Hal itu untuk mengantisipasi atau mengurangi terjadinya praktik pungli. “Nantinya jumlah kamera CCTV ini harus ditambah. Sebab, adanya CCTV ini tidak hanya membantu memantau terjadinya pelanggaran lalu-lintas saja, tetapi juga bisa membantu memantau tindak kejahatan atau kriminalitas di jalanan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan CCTV ini sangat penting dan banyak manfaat. Tidak hanya di pusat kota, di wilayah pinggiran kota juga perlu adanya fasilitas CCTV tersebut.  “Bahkan pelanggaran misalnya ada orang membuang sampah sembarangan. Mungkin nanti bisa diterapkan sanksi atau denda sesuai aturan perda melalui bukti rekaman CCTV tersebut,” pungkas Supriyadi. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Izin Ditolak, Enam Kafe Disegel

KAJEN- Sebanyak enam kafe dan tempat hiburan malam yang berada di Desa Sumurjomblangbogo dan Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/3) malam, disegel...

Ganjar Perjuangkan Saham 5 Persen untuk Desa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembangunan Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan perkembangan pesat. Banyak pengusaha baik BUMN maupun swasta yang menanamkan investasinya di Jateng...

Indonesia Juara Umum SEAKF 2017

 SEMARANG - Balairung (BU) Astina UTC Convention Semarang bergemuruh oleh sorak-sorai pendukung para atlet Kejuaraan Karateka Internasional 6th (SEAKF) Championship 2017, Jumat (5/5) kemarin....

Lebih Aman, Modern, Dan Representatif

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, hari ini (Jumat, 23/3/2018), menorehkan sejarah baru. Sebuah bangunan kokoh berlantai tujuh  yang sangat representatif, resmi menjadi markas komando...

Gedung Bakal Dibongkar, Dinkes Segera Boyongan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang segera dibongkar total, dijadikan bangunan kantong parkir di Jalan Pandanaran. Maka dari itu, aktivitas Dinkes Kota Semarang...

Jemur Jersey Hingga Lelang untuk Amal

RADARSEMARANG.COM - Kecintaan terhadap sepakbola, melahirkan hobi mengoleksi jersey. Para kolektor jersey klub bola yang jadi idola ini pun tergabung dalam komunitas. Namanya Komunitas...