Buron Setahun Diringkus

  • Bagikan
TERSANGKA : Agil Sanjaya, 22, warga Desa Krajan Kulon yang menjadi terduga pelaku pembacokan terhadap Rustomo (HUMAS POLRES KENDAL).
TERSANGKA : Agil Sanjaya, 22, warga Desa Krajan Kulon yang menjadi terduga pelaku pembacokan terhadap Rustomo (HUMAS POLRES KENDAL).

KENDAL—Jajaran Satreskrim Unit Polsek Kaliwungu meringkus buron pelaku dugaan penganiayaan. Adalah Agil Sanjaya, 22, tersangka yang ditangkap setelah satu tahun lebih melarikan diri dan menjadi buron.

“Tersangka Agil Sanjaya ditangkap atas kasus dugaan penganiayaan terhadap korban Rustomo, 52, warga Krajan Kulon. Kejadian yang terjadi pada 15 Januari 2016 silam di depan Salon Retno, Desa Krajan Kulon,” kata Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugroho.

Dikatakannya, usai kejadian tersebut pelaku melarikan diri dengan cara hidup berpindah-pindah dari rumah indekos. Hal itu dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak dari pengejaran petugas kepolisian setelah melakukan penganiayaan.

“Kemudian kami mendapatkan informasi jika tersangka telah kembali dan tinggal di sekitar Desa Krajan Kulon. Kemudian kami lakukan pengintaian. Setelah pasti, kemudian kami lakukan penangkapan,” jelasnya.

Penganiayan yang dilakukan tersangka dilakukan dengan membacok kepala korbannya. Dari keterangan saksi, tersangka membacok korban dengan sebilah parang dan mengenai tepat kepala bagian atas. Akibat luka bacokan tersebut, korban mengalami luka robek dan berdarah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu. “Korban selamat dan mendapatkan jahitan di kepalanya sebanyak 12 jahitan,” tuturnya.

Perihal motif penyerangan tersebut masih didalami oleh penyidik. Tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. “Ancaman pidana maksimal lima tahun penjara,” paparnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga memeriksa korban Rustomo dan saksi kejadian, Armanda Bayu Wahyudi, 21, dan Yuni Hartatik, 45. “Tersangka kami lakukan penahanan agar tidak melarikan diri dan merusak barang bukti,” tambahnya.

Sementara tesangka Agil mengakui jika dirinya telah membacok korban Rustomo. Lantas ia kabur, takut jika harus dipenjara. Selama kabur, ia tinggal berpindah-pindah dari kota dan rumah kos dan hidup dengan cara bekerja sebagai buruh serabutan. “Terakhir tinggal di Kota Semarang,” akunya. (bud/ida)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *