31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

BANJARNEGARA – Akibat kesulitan memperoleh air bersih, warga di Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja terpaksa menggunakan air sungai Kali Sapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain untuk mandi, warga juga menggunakan air sungai yang keruh untuk mencuci pakaian.

Warga tidak punya pilihan lain. Sebab sumur mereka sudah mengering sejak beberapa bulan yang lalu. Sementara jika membeli air, jauh dan harganya terbilang mahal.

Warga Desa Jalatunda, Fitri mengaku sudah menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci baju sejak sebulan yang lalu. “Sudah beberapa bulan tidak hujan. Sehingga sumur warga di sini kering,” kata dia, Jumat (8/9). Fitri tidak menyangkal jika menggunakan air sungai tidak sepenuhnya sehat. Terlebih air terkadang menjadi lebih keruh jika ada warga yang mencari ikan.

“Meski kami tahu kurang sehat, tapi warga tetap menggunakan air sungai karena tidak ada pilihan lain,” ungkapnya.

Sedangkan jika harus membeli air, jaraknya jauh. Warga harus menempuh perjalanan hingga lima kilometer untuk membeli air ke desa lain. Dikatakan, selesai dicuci di sungai, pakaian dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa pulang. “Perjalanan dari sungai ke rumah mencapai sekitar dua kilometer,” kata dia.

Kepala Desa Jalatunda, Satam mengatakan, setiap kali kemarau, pihaknya mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Banjarnegara. Namun air bersih tersebut harus dihemat. Diutamakan hanya untuk air minum dan memasak. “Jika digunakan untuk mandi dan mencuci tentu tidak cukup. Sehingga banyak warga yang mandi dan mencuci pakaian di sungai,” paparnya.

Kekeringan juga terjadi di desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja. Kades Kaliwungu Saribun mengatakan warga di desanya juga mengalami kekeringan. “Kalau beli air pakai pikap Rp 300 ribu, isinya sekitar 1.000 liter. Tentu ini mahal dan memberatkan warga,” ungkapnya. (drn/nun/jpg/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...