Pendamping Desa Dituntut Full Time

1131
TINJAU UJIAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama ketika meninjau tes tertulis perekrutan TPP P3MD di kampus Undip Tembalang, kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TINJAU UJIAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama ketika meninjau tes tertulis perekrutan TPP P3MD di kampus Undip Tembalang, kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Sebanyak 9.814 calon tenaga pendamping professional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) telah melakukan tes tertulis di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Minggu (10/9). Tes itu akan menyaring 6.809 peserta untuk nantinya dijaring lewat tes wawancara menjadi 2.423 orang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap, tes perekrutan TPP P3MD benar-benar bisa menyaring mereka yang punya kompetensi. Dengan begitu, pada tahap berikutnya bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa para calon tenaga pendamping profesional yang lolos semua tahapan tes adalah orang-orang yang mampu mendampingi desa. Terutama dalam hal penyusunan pengelolaan anggaran serta rencana program pembangunan desa.

“Rangkaian tes ini harus bisa memilih yang kompeten. Karena yang lolos akan langsung bekerja. Jadi harus benar-benar paham tugas mereka masing-masing,” terangnya saat ditemui setelah meninjau tes tertulis di Undip Tembalang, Minggu (10/9).

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para pendamping desa akan diberikan semacam pelatihan pratugas tentang bagaimana membangun integritas di desa. “Kemudian mereka langsung bekerja mendampingi desa dengan segala tetek bengek persoalan yang ada di desa,” imbuhnya.

Ganjar menjelaskan, selain ujian tertulis, para peserta harus mengikuti tahapan tes berikutnya. Yakni wawancara dengan tim seleksi yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu akademisi dalam hal ini melibatkan (Undip) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, serta staf khusus gubernur Jateng. “Harapannya dalam wawancara nanti menjadi pendalaman untuk mengetahui kapasitas kemampuan peserta tes dalam melaksanakan tugasnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Sudaryanto menambahkan, penyediaan tenaga pendamping professional dilakukan melalui rekrutmen secara terbuka, dengan memenuhi prinsip prinsip transparansi, akuntabel, efisien dan memberikan peluang yang sama kepada seluruh calon pelamar.

Awalnya, ada 13.859 peserta yang mendaftar. Nantinya akan disaring menjadi 2.423 orang yang berhak menyandang predikat pendamping profesional. Tenaga pendamping profesional terdiri dari tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (TAPM) di tingkat kabupaten, pendamping desa (PD) di tingkat kecamatan, pendamping lokal desa (PLD) di tingkat desa. Khusus untuk PLD, akan membawahi tiga hingga empat desa pada satu kecamatan. “Karena itu, pendamping desa harus benar-benar kompeten. Untuk mendampingi 1 desa saja susah, apalagi ini 1 orang 4 desa. Makanya harus full time, bukan part time,” paparnya. (amh/ric)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here