33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Komisi D DPRD Kota Kunjungi Panti Asuhan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang kembali mengadakan kunjungan lapangan. Kali ini komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini mengunjungi tiga panti asuhan yang selama ini menjadi binaan Dinas Sosial Kota Semarang.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro ini diikuti segenap anggota komisi, diantaranya Dyah Ratna Harimurti dan Sugi Hartono. Panti asuhan yang dikunjungi adalah PA Bhakti Asuhan di Jalan Ismangil Bongsari Semarang Barat, PA Among Jiwo di Jalan Beringin Raya Ngalian.

Terakhir adalah PA Al Hikmah Jalan Beringin Raya Ngalian. Dalam kunjungan ini pimpinan dan segenap anggota Komisi D berinteraksi langsung dengan penghuni panti. Seperti di PA Bhakti Asih yang menampung penyandang cacat ganda. Bahkan Ketua Komisi D Laser Narindro bersama anggota sempat menggendong anak-anak yang kurang beruntung ini.

Usai mengunjungi tiga panti tersebut, Laser Narindro meminta Dinas Sosial segera melakukan pendataan seluruh anak panti asuhan di Kota Semarang. Hal tersebut dilakukan agar anak panti asuhan bisa mendapatkan bantuan berupa pendidikan, kesehatan, dan bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dari data tersebut nantinya bisa diverifikasi oleh Dinas Sosial, kemudian dari data itu, diharapkan setiap anak panti asuhan bisa mendapatkan kartu difabel atau sejenisnya untuk bisa mendapatkan bantuan dari Pemkot. Langkah ini dilakukan agar mereka juga mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak.

“ Harapan kami dari kartu tersebut nantinya dapat dipakai untuk pembiayaan pendidikan kesehatan, lalu juga bisa untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas bantuan lainnya dari Pemerintah Kota Semarang, sehingga mereka bisa sekolah sesuai dengan keinginannya dan bisa meraih cita-cita,” ujar Laser Narindro.

Laser Narindro menyebutkan, bahwa ada beberapa kriteria panti asuhan. Yakni panti asuhan normal, panti asuhan, cacat ganda, dan panti asuhan anak gelandangan. Pihaknya berharap adanya komunikasi dua arah dari pihak panti asuhan dalam pendataan dan penginformasian data anak asuh setiap panti asuhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Tommy Yarmawan Said menerangkan, berdasarkan data yang ada di Kota Semarang terdapat ratusan panti asuhan. Namun hanya puluhan panti asuhan saja yang masih aktif hingga saat ini. “Tercatat ada 120-an panti asuhan, namun  yang aktif sekitar 60-an Panti. Untuk anak asuhnya, lebih dari 500-an,” imbuhnya.

Dinas Sosial, lanjut Tommy Yarmawan  Said, banyak melakukan kegiatan berupa sosialisasi dan kepelatihan. “Dinas Sosial ini kan baru ya, banyak kegiatan yang kita lakukan seperti sosialisasi dan pelatihan untuk lansia, anak jalanan, dan panti asuhan. Jadi harapan kami mereka bisa terlatih kemudian meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya. (HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembangunan Watu Gajah Diminta Dihentikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Destinasi wisata Watu Gajah Park di Desa Wringin Putih, Kecamaatan Bergas diketahui belum berizin. Hal itu terkuak saat sidak Komisi C...

Ajak Seniman Tari nge Vlog

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perkembangan media sosial berbasis internet terus berlangsung, salah satunya adalah Video Blog (Vlog) yang kini menjadi media efektif untuk menyebarkan berbagai...

Tawarkan Produk Lokal

PEKALONGAN-Dalam rangka menyambut Lebaran 2017, Hotel Horison Pekalongan menggelar pasar kaget atau pasar tiban (Parti) bertajuk Partison (Pasar Tiban Horison) sejak Senin (19/6) lalu....

Ciptakan Hunian yang Nyaman, Aman dan Asri

PT Alimdo Ampuh Abadi adalah pengembang yang berdiri sejak tahun 1990. Sudah 27 tahun developer ini berdiri dan telah mengembangkan perumahan di beberapa kota...

Tanah Longsor Tutup JLS

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Tebing setinggi sekitar 25 meter dengan kemiringan 80 derajat yang berada di tepi Jalan Lingkar Salatiga (JLS) longsor, Jumat (12/1) sekitar...

FT UMM Gelar Porseni

MAGELANG—Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar kegiatan dalam waktu hampir bersamaan. Di antaranya, Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) yang digagas oleh BEM...