MERIAH: Ketua Himpaudi Kendal Sulistiyani Wandani menerima potongan tumpeng dari Sekertaris HImpaudi Jateng Elisa Aditiya Ama pada Peringatan HUT Himpaudi ke 12 di Alun-alun Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MERIAH: Ketua Himpaudi Kendal Sulistiyani Wandani menerima potongan tumpeng dari Sekertaris HImpaudi Jateng Elisa Aditiya Ama pada Peringatan HUT Himpaudi ke 12 di Alun-alun Kendal, kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Para Guru PAUD usia kelompok bermain (KB) dan  Taman Pendidikan Anak (TPA) yang tergabung dalam Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kendal menuntut kesetaraan status sebagai pendidik formal seperti para guru di Taman Kanak-kanak (TK). Pasalnya, hingga kini guru PAUD di KB dan TPA oleh pemerintah belum dianggap sebagai pendidik formal.

Menurut Ketua Himpaudi Kendal Sulistiyani Wandani, karena belum dianggap pendidik formal sehingga gaji para guru PAUD di Kendal jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Rata-rata perbulan mereka menerima gaji kisaran Rp 200-300 ribu perbulan.

“Syukur masih ada tambahan bantuan transport dari APBD Kendal, besarannya sebesar Rp 200 ribu perbulan. Meski gaji jauh dari KHL, tapi kami tetap semangat mendidik anak-anak untuk dipersiapkan ke pendidikan selanjutnyaTK dan SD,” katanya disela Perayaan HUT PAUD ke 12 yang digelar di Alun-alun Kendal.

Menurutnya, pendidikan PAUD ini  sangat penting. Bahkan jauh lebih susah mengajarnya ketimbang  anak usia SD. Makanya, para guru PAUD di Kendal menuntut kesetaraan status sebagai pengajar formal. Sehingga bisa mendapatkan hak yang sama sebagai pengajar.

Ketua Himpaudi Jateng, Dede Andriyanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekertaris Himpaudi Jateng Elisa Aditiya Ama mengatakan, pengabdian guru PAUD tidak kalah dengan pendidik formal. “Yakni sama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa. Mendidik anak-anak sebagai pewaris bangsa supaya menjadi anak-anak yang cerdas dan berkarakter,” katanya.

Padahal guru PAUD mempunyai tugas yang sama sesuai Permendikbud, dan PAUD juga diakreditasi oleh pemerintah. Seharusnya disamakan dengan pendidik formal.  “Kesetaraan guru PAUD ini penting, makanya kami Himpaudi akan mendorong pemerintah agar meningkatkan mutu dan menyetarakan status guru PAUD” jelasnya.

Humas Himpaudi Kendal, Kurniyah mengatakan  di Kendal ada sekitar 1.100 guru PAUD. Dengan jumlah sekolah ada sekitar 385 PAUD. Dia berharap pemerintah pusat benar-benar memperhatikan guru PAUD.

Terkait dengan tunjangan kesejahteraan bagi guru PAUD, Kurniyah mengatakan, baru ada tunjangan kesejahteraan dari Pemkab Kendal sebesar Rp 200 ribu per bulan. “Itupun tidak semua yang menerima, baru 60 persen,”  tambahnya. (bud/zal)