33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Himpaudi Tuntut Kesetaraan Status

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Para Guru PAUD usia kelompok bermain (KB) dan  Taman Pendidikan Anak (TPA) yang tergabung dalam Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kendal menuntut kesetaraan status sebagai pendidik formal seperti para guru di Taman Kanak-kanak (TK). Pasalnya, hingga kini guru PAUD di KB dan TPA oleh pemerintah belum dianggap sebagai pendidik formal.

Menurut Ketua Himpaudi Kendal Sulistiyani Wandani, karena belum dianggap pendidik formal sehingga gaji para guru PAUD di Kendal jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Rata-rata perbulan mereka menerima gaji kisaran Rp 200-300 ribu perbulan.

“Syukur masih ada tambahan bantuan transport dari APBD Kendal, besarannya sebesar Rp 200 ribu perbulan. Meski gaji jauh dari KHL, tapi kami tetap semangat mendidik anak-anak untuk dipersiapkan ke pendidikan selanjutnyaTK dan SD,” katanya disela Perayaan HUT PAUD ke 12 yang digelar di Alun-alun Kendal.

Menurutnya, pendidikan PAUD ini  sangat penting. Bahkan jauh lebih susah mengajarnya ketimbang  anak usia SD. Makanya, para guru PAUD di Kendal menuntut kesetaraan status sebagai pengajar formal. Sehingga bisa mendapatkan hak yang sama sebagai pengajar.

Ketua Himpaudi Jateng, Dede Andriyanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekertaris Himpaudi Jateng Elisa Aditiya Ama mengatakan, pengabdian guru PAUD tidak kalah dengan pendidik formal. “Yakni sama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa. Mendidik anak-anak sebagai pewaris bangsa supaya menjadi anak-anak yang cerdas dan berkarakter,” katanya.

Padahal guru PAUD mempunyai tugas yang sama sesuai Permendikbud, dan PAUD juga diakreditasi oleh pemerintah. Seharusnya disamakan dengan pendidik formal.  “Kesetaraan guru PAUD ini penting, makanya kami Himpaudi akan mendorong pemerintah agar meningkatkan mutu dan menyetarakan status guru PAUD” jelasnya.

Humas Himpaudi Kendal, Kurniyah mengatakan  di Kendal ada sekitar 1.100 guru PAUD. Dengan jumlah sekolah ada sekitar 385 PAUD. Dia berharap pemerintah pusat benar-benar memperhatikan guru PAUD.

Terkait dengan tunjangan kesejahteraan bagi guru PAUD, Kurniyah mengatakan, baru ada tunjangan kesejahteraan dari Pemkab Kendal sebesar Rp 200 ribu per bulan. “Itupun tidak semua yang menerima, baru 60 persen,”  tambahnya. (bud/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Irigas Rusak, Petani Kwasen Terancam Gagal Tanam

KAJEN- Lebih dari 138 hektare sawah di Desa Kwasen dan Desa Langensari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengalami kekeringan karena rusaknya saluran irigasi. Tidak ada...

Mahesa Jenar Masih Produktif

SEMARANG – Sempat seret gol di awal kompetisi Liga 2, tim PSIS Semarang saat ini mampu membuktikan diri sebagai salah satu tim yang subur...

Cuci Kereta Api Bareng Anggota Komunitas

SEMARANG–Puluhan anggota komunitas pencinta kereta api (KA) dari Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE) dan Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), bersama manajemen PT KAI Daop...

Bersih-bersih, Buka Masa Depan Baik

SEMARANG – Seminggu menjelang Imlek, umat dan pengurus di sejumlah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) membersihkan rupang dan tempat ibadah masing-masing. Warga Tionghoa juga...

UPTD Dorong Seluruh Sekolah Berpartisipasi

PASCA launching kompetisi Sekolah Berprestasi Menuju Kendal Permata Pantura 2017 yang digagas Jawa Pos Radar Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Senin (4/9) kemarin,...

Berkas Napi Caleg Bakal Ditolak

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Temanggung secara tegas menerapkan peraturan KPU yang baru, Nomor 20 Tahun 2018 tentang larangan mantan narapidana kasus...