33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Undip Tambah Dua Guru Besar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG–Universitas Diponegoro (Undip) kembali menambah daftar guru besar atau profesor pada tahun ini. Kali ini, Prof Eko Soponyono dari Fakultas Hukum (FH) dan Prof Muslim dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Keduanya dikukuhkan sebagai guru besar dalam Rapat Senat Akademi Terbuka di Kampus Undip, Semarang, Sabtu (9/9) kemarin. Ketua Senat Undip Prof Sunarso mengatakan bahwa saat Undip telah memiliki 108 guru besar, empat di antaranya berstatus sebagai dosen tidak tetap, sementara sisanya berstatus aktif.

“Untuk Prof Eko Soponyono akan dianugerahi sebagai Guru Besar Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) yang pertama di Undip. Gelar NIDK diberikan kepada dosen yang sudah berusia lanjut tapi masih memiliki dedikasi yang sangat baik terhadap kampus,” ujar Sunarso usai pengukuhan di Lantai 6 gedung Pascasarjana Undip, Pleburan.

Sementara Rektor Undip Prof Yos Johan Utama berharap bertambahnya guru besar akan membuat sistem pendidikan di Undip semakin berkualitas. Ia menargetkan tahun ini, Undip bisa menambah daftar guru besar menjadi delapan orang, lima di antaranya sudah dikukuhkan. “Tahun ini kami mengajukan 14 guru besar baru ke Kemenristek Dikti. Hingga kini, baru lima orang yang disetujui.,” tutur Yos.
Pada acara pengukuhan, Prof Eko Soponyono membacakan orasi terkait hasil penelitiannya dengan judul Hikmah Alquran dalam Pembaharuan Hukum Pidana Demi Mewujudkan Keadilan Religius. Penelitian Prof Eko terinspirasi penyusunan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru untuk menggantikan KUHP peninggalan pemerintah kolonial Belanda. “Saya berharap hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai referensi dalam penyusunan KUHP yang baru. Karena disitu mengatur tata cara hukum pidana yang menjunjung keadilan religius,” ujar Eko. Sementara, Prof Muslim membacakan orasi berjudul Radionuklida Laut (Nuklir di Laut): Sumber, Distribusi dan Dampaknya bagi Kehidupan. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...