33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Suruh Nenek Mengemis Divonis 3,5 Tahun

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG-Akibat mempekerjakan seorang nenek asal Grabag bernama Supini ,93, dengan cara memaksa mengemis di seputar Pasar Yaik dan bangjo (traffic light) di depan RSUP dr Kariadi Semarang, Suwarno ,35, divonis 3 tahun 6 bulan.

Dalam kasus itu, Suwarno berhasil ditangkap Polrestabes Semarang, dalam persidangan ia di jerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dengan kasus dugaan perdagangan manusia, kemudian dalam putusannya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 3 tahun 6 bulan penjara.

“Terdakwa Suwarno juga dibebankan membayar pidana denda sebesar Rp 120 juta dan apabila tidak sanggup, maka dikenai pidana kurungan selama dua bulan,” kata majelis hakim yang dipimpin, Bakri dalam amar putusannya, kemarin.

Majelis menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal alternatif dalam dakwaan Pasal 2 ayat 1 dan pasal 2 ayat 2 UU tindak pidana perdagangan orang. Menurut majelis hakim, dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur dakwaan.

Namun demikian, sebelum putusan itu dijatuhkan, majelis hakim Bakri, terlebih dahulu menayakan kepada Suwarno terkait putusan yang diinginkan, akibat perbuatan yang dilakukan. “Kamu kan sudah mengakui salah, orang tua kamu karyakan. Berapa hukuman yang kamu inginkan?” tanya Bakri.

Kemudian terdakwa Suwarno mengakui kesalahannya karena telah memberdayakan Supini untuk meminta-minta di jalanan. Ia langsung meminta majelis hakim untuk meringankan hukumannya, ia beralasan apa yang dilakukan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya mengaku salah, semua itu untuk menutupi kebutuhan hidup, khususnya untuk anak saya, karena ibunya sudah meninggal dunia. Jadi saya meminta keringan,” kata Suwarno dengan berbahasa Jawa.

Atas putusan itu, JPU Kejari Kota Semarang dan terdakwa maupun kuasa hukumnya langsung menyatakan menerima. “Saya menerima putusan majelis hakim,” kata Suwarno pelan.

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Firdaus menilai putusan majelis hakim lebih rendah dibandingkan dengan tutuntan JPU yang menuntut selama empat tahun. Menurutnya, Putusan Majelis hakim telah sepadan apa yang dilakukan oleh terdakwa.

“Saya kira cukup. Kan terdakwa juga dipotong masa tahanannya. Nanti juga dapat remisi juga dan pembebasan bersyarat,” ujarnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menjauh dari Zona Degradasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - PSIS akhirnya sukses mengamankan tiga poin kandang pada matchday ke-17. Haudi Abdillah dkk berhasil menang tipis 1-0 atas Persebaya dalam laga...

Si Cantik Lincah dari Harbin

Oleh Dahlan Iskan Dari Robert Lai pula saya kenal Meiling. Nama lengkapnya Chang Meiling. Gadis (waktu itu) Tiongkok yang belum lama tinggal di Singapura. Waktu itu...

Kartini-Kartono Horison Tebarkan Semangat Perjuangan

PEKALONGAN-Setiap momen peringatan hari besar Nasional, kru Hotel Horison Pekalongan selalu punya cara unik untuk mengapresiasinya. Tepat pada momen Hari Kartini, belasan kru hotel...

Pencapaian SPM Pendidikan Belum Optimal

DEMAK- Pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan di Demak dinilai belum optimal.  Dari 34 indikator SPM, baru 27 indikator yang terpenuhi. Hal ini mengemuka...

Shelter Taman KB Segera Dibongkar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dinas Perdagangan Kota Semarang meminta agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman KB Jalan Menteri Supeno segera persiapan untuk mengosongkan shelter...

HET Beras Medium Sulit Dikontrol

SEMARANG – Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, perlu direvisi. Sebab, regulasi itu sulit diimplementasikan,...