Pendidikan Karakter Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG–DPRD mengapresiasi diterbitkannya Perpres 87 Tahun 2017 soal Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dewan meminta agar segera dikeluarkan atuan turunannya berupa Permendikbud. Karena Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah telah dibatalkan.

Harapannya, kebijakan baru yang dikeluarkan bisa benar-benar menguatkan Pendidikan Karakter. Pasal 9 Perpres 87 kegiatan PPK dalam KBM bisa 6 hari atau 5 hari sekolah. “Harus ditunggu, apakah nanti menguatkan pendidikan karakter atau tidak. Kami berharap ini bisa menjadikan pendidikan karakter sebagai perioritas,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv.

Ia menambahkan, untuk Madrasah bisa dipastikan akan tetap menggunakan 6 hari sekolah. Sebab ada Mapel keagamaan yang tidak memungkinkan dilaksanakan 5 hari sekolah. Meski begitu, untuk yang melaksanakan 5 hari sekolah harus ada beberapa persyaratan. Di antaranya ketersediaan guru dan TU serta tersedianya Sarpras Satuan pendidikan.

“Pertanyaannya, apakah sekolah sudah menjamin lingkungan sekolah termasuk ruang kelas yang nyaman dalam KBM sampai sore hari? Apakah sarana ibadah sudah ada sesuai daya tampung anak, termasuk ketersediaan air untuk bersuci? Apakah kantin sehat sekolah juga sudah siap dan representatif,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, sangat penting untuk diketahui. Ternyata lebih dari 40 persen sarpras sekolah banyak yang sudah rusak, 70 persen lebih belum memiliki sarana ibadah dan tempat wudlu yang representatif. Keberadaan kantin sekolah yang masih apa adanya, serta banyaknya penjual jajanan di lingkungan sekolah yang kadang harus diperhatikan kesehatannya. “Ini persoalan yang harus diselesaikan, jangan sampai kegiatan belajar mengajar terganggu masalah sarana prasarana,” tambahnya.

Dewan mendukung adanya Penguatan Pendidikan Karakter. Tetapi yang harus diperhatikan, semua itu juga harus tetap memperhatikan kearifan lokal, pendapat komite kekolah, tokoh agama serta tokoh masyarakat. Poin ini sangat penting dan  harus komprehensif, tulus tanpa rekayasa. Misalnya seperti bagaimana cara agar satuan pendidikan bisa memastikan bahwa program PPK ini didukung oleh mereka. Bentuk kerja sama seperti apakah dengan kearifan lokal seperti madin, TPQ, pesantren dan lainnya. “Harapananya, agar penguatan pendidikan karakter (PPK) benar-benar dengan perencanaan yang matang, tidak hanya sekedar asal jalan, memenuhi kebutuhan jam mengajar, memenuhi kebutuhan anggaran besar tapi hasil produknya semakin tidak jelas (revolusi mental gagal),” tambahnya. (fth/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -