33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Bisnis Hotel Bintang I Kurang Prospektif

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG–Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang 1 di Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir, berada pada peringkat terbawah bila dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang 2, 3 dan 5.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan bahwa TPK hotel berbintang di Jawa Tengah periode Juli tahun 2017 ini tercatat sebesar 56,44 persen, mengalami kenaikan sebesar 9,72 poin dibanding TPK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 46,72 persen.

Kenaikan TPK bulan Juli tahun ini dibandingkan TPK pada sebelumnya dipengaruhi oleh kenaikan TPK yang terjadi pada semua kelas. Bintang 1 sampai dengan bintang 5, masing-masing kenaikannya sebesar 8,89 poin untuk bintang 1, kemudian 12,71 poin untuk bintang 2, lalu 9,61 poin untuk bintang 3, pada bintang 4 kenaikan mencapai 9,54 poin dan 5,30 poin untuk bintang 5.

Apabila dilihat menurut klasifikasi hotel berbintang, TPK tertinggi pada Juli 2017 terjadi pada hotel bintang 4 yang mencapai 63,50 persen, disusul bintang 3 sebesar 59,69 persen, bintang 2 sebesar 53,79 persen, bintang 5 sebesar 49,70 persen dan terendah pada hotel bintang 1 sebesar 41,38 persen.

“Memang Juli lalu terjadi kenaikan TPK pada semua hotel berbintang. Namun bila diperhatikan polanya, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, TPK hotel bintang 1 selalu berada di posisi paling rendah,” ujarnya, kemarin.

Pada bulan Juli saja, lanjutnya, hanya 41,38 persen. Artinya hanya 41 persen kamar yang terisi dari total kamar yang ada. Terkait sebab maupun pemicu yang menjadikan TPK hotel bintang 1 selalu paling rendah, ia mengaku pihaknya belum melakukan kajian khusus.

“Apakah kaitannya karena bersaing dengan penginapan jenis homestay, saya rasa perkembangan homestay di Jawa Tengah juga tidak sebanyak di Jogjakarta. Jadi tidak terlalu berpengaruh. Namun kalau dilihat TPK-nya, ya memang kalau mau membangun hotel bintang 1 di Jawa Tengah memang kurang berkembang,” ujarnya. (dna/ida)

Berita sebelumyaBepergian di hari Jumat
Berita berikutnyaWarna-Warni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

1.000 Ketupat Dikirab, Jadi Rebutan Warga

KENDAL—Berbagai hal menarik dilakukan umat muslim untuk menyambut bulan suci Ramadan. Seperti yang dilakukan remaja dan takmir Masjid Agung Kendal dalam menggelar tradisi kirab...

Kejar Target PBB, Bapenda Jemput Bola

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang terus berinovasi untuk mengoptimalkan pembayaran PBB 2018. Salah satu yang dilakukan adalah jemput bola dengan...

Desainer Muda Unjuk Gigi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah desainer muda Semarang siap menyemarakkan dunia fashion. Sejauh ini, dunia fashion di Semarang masih didominasi sejumlah nama lama. Kemunculan desainer...

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di Okinawa. Pak Jaya Suprana, semarnya...

Bandar Miras Oplosan Diringkus

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Petugas Polres Semarang mengamankan bandar miras oplosan yang meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Ramot Simangunsong, 42, warga Kecamatan Ambarawa diamankan oleh petugas...

Pemkot Uji Coba Jalur Satu Arah

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota dan dinas terkait melakukan uji coba Jalur Satu Arah (JSA). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan...