Sita Merkuri 20,9 Ton Siap Ekspor di 4 Negara

  • Bagikan
GELAR PERKARA : Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti 20,9 ton merkuri yang disita dari gudang Teduh Makmur, Jalan Kalibaru Barat 15, Tanjung Emas, Jumat siang (8/9) kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
GELAR PERKARA : Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti 20,9 ton merkuri yang disita dari gudang Teduh Makmur, Jalan Kalibaru Barat 15, Tanjung Emas, Jumat siang (8/9) kemarin (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG–Ekspor merkuri sebanyak 20,9 ton berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng di gudang Teduh Makmur, Jalan Kalibaru Barat 15, Tanjung Emas, Jumat siang (8/9) kemarin. Merkuri yang dikemas dalam botol seberat 34,5 kg per botol tersebut bernilai total sekitar Rp 30 miliar.

“Nilainya tergantung kadarnya. Kalau kadar 99 persen, harga merkuri itu sekitar sekitar Rp 1 juta. Kalau 20,9 ton ya harganya sekitar Rp 20,9 miliar,” ungkap Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari di lokasi temuan, Jumat (8/9) kemarin.

Lukas mengungkapkan bahwa barang tersebut akan diekspor menggunakan Eskpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) PT SLI dari Semarang ke berbagai negara. Di antaranya ke Uni Emirat Arab, Vietnam, Singapura dan India.

Lukas juga mengatakan, rencana ekspor ini baru dilakukan oleh pihak terkait.

“Memang belum ada kegiatan ekspor dengan jumlah sebanyak ini. Sedangkan kami tahu bahwa merkuri tidak mungkin diproduksi di Indonesia, karena bahan bakunya dilarang. Bahan baku biasanya dari batu sinabar,” bebernya.

Karena itulah, pihaknya kini berupaya melakukan pendalaman atas temuan tersebut. Terutama, bagaimana bisa merkuri sebanyak itu bisa diproduksi di Indonesia. Merkuri sendiri merupakan bahan berbahaya yang biasanya digunakan pada obat kosmetik yang keberadaannya di tambang dari tambang ilegal.

Meski begitu, pihaknya kini telah mengantongi sejumlah nama yang terlibat dalam kasus tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bisa membeberkan nama-namanya. “Kami belum menetapkan tersangka. Saat ini, kami baru memeriksa pihak-pihak yang kami duga terlibat. Kami juga sudah mengantongi nama-nama dan nanti kami panggil untuk dimintai keterangan,” tandasnya. (tsa/ida)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *