33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Wali Kota Pekalongan Meninggal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal. Wali kota yang akrab disapa Alex ini ditemuka tidak sadarkan diri di dalam kamar, setelah istirahat dari perjalanan dinas di Makassar.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Pekalongan, Arief Karyadi, menjelaskan,  selepas kegitan luar kota Alf Arslan sempat ke kantor. Akan tetapi, merasa badannya tidak enak dan mengeluhkan dadanya sakit. Kemudian pulang ke kediaman pribadi di Jalan Toba sekira pukul 11.30, dengan asumsi akan kembali ke pemkot pada pukul pukul 13.30 WIB. Namun pihak pemkot dapat kabar wali kota terjatuh di dalam kamar, sehingga segera mengirim tim medis ke rumahnya.

Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).
Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).

“Beliau baru saja pulang dari perjalanan dinas dari Makassar untuk menghadiri pameran Sulsel Expo 2017,” ungkap Arief.

Kemudian wali kota dibawa ke RSUD Bendan, Kota Pekalongan, untuk mendapatkan perawatan, namun kondisinya terus memburuk dan akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB jiwanya tidak tertolong lagi.

Dokter Spesialis Penyakit dalam Rumah Sakit Umum Bendan dr Kukuh Subekti menjelaskan, saat perawat datang ke kediaman Alex langsung masuk ke kamar. Kondisi tubuh wali kota dalam keadaan terbaring telungkup, dengan posisi tubuh yang tidak nyaman, dimungkinkan terjatuh.

“Pak Alex saat ditemukan perawat kami, kondisinya telungkup, sudah tidak bernafas, tidak teraba ada nadi dan detak jantung,” ucap dr Kukuh.

Tanpa dilakukan tindakan, perawat langsung membawa Alex ke RSUD Bendan untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Namun setelah dilakukan resusitasi (pertolongan jantung paruh) selama 2,5 jam oleh tim yang dipimpin dr Bima Spesialis jantung, dinyatakan meninggal dunia, pada pukul 15.30 WIB. Kemudian jenazah langsung dibawah ke rumah duka di Jalan Danau Toba Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Menurut dr Kukuh, kematian Alex diperkirakan penyebabnya ada dua kemungkinan, yaitu sumbatan jantung koroner atau bisa sumbatan pembuluh darah di otak, karena terlepasnya gumpalan darah yang entah dari mana.

“Secara teori ada dua kemungkinan, lepas gumpalan darah ke dalam jantung dan ke otak, sehingga menyebakan meninggal dunia,” ucapnya. Terkait riwayat sakit dari almarhum, selama ini dari catatan medis tidak memiliki riwayat sakit jantung.

Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan dimakamkan di kompleks makam di Pondok Pesantren Junaid, di sampaing makam ayahandanya tercinta H Junaid.

Putra pasangan H.A Zaky Arslan Djunaid dengan Hajjah Kustiningsih itu menikah dengan Hajah Ratna Sifia Sunhadji dan dikarunia dua putri kembar Amadea Revalana Djunaid dan Amadea Alena Djunaid. Almarhum Achmad Alf Arslan Djunaid adalah Wali Kota Kota Pekalongan periode 2015-2020 dan mengemban tugas bersama dengan Wakil Wali Kota Saelany Mahfudz. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Petungkriyono Berbenah Sambut Pemudik

KAJEN-Menyambut liburan hari raya Idul Ftri 1438 H, pengelola objek wisata alam Petungkriyono berbenah. Di antaranya, melakukan perbaikan jalan yang rusak, memperbanyak rambu penunjuk...

Petani Harus Berkembang dan Sukses

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Bupati Kudus Musthofa mengaku ingin mengaplikasikan konsep pertanian yang dilaksanakan Serikat Paguyuban Petani (SPP) Qaryah Thayyibah di Jawa Tengah. Konsep yang...

Permintaan Daging Tinggi

RADARSEMARANG.COM - Permintaan daging sapi meningkat hingga 10 kali lipat setelah lebaran dengan harga Rp 120 ribu/kg atau naik Rp 10.000 dari harga normal....

Transformasi Emansipasi Kartini

IBU kita Kartini, putri sejati Putri Indonesia, harum namanya Ibu kita Kartini, pendekar bangsa Pendekar kaumnya untuk merdeka Lagu karangan WR Soepratman tersebut mengingatkan bagaimana Kartini menjadi inspirasi...

Sasar Smartphone 4G LTE

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi, Smartfren Telecom Tbk terus melakukan inovasi. Salah satunya menghadirkan layanan paket internet unlimited 24 jam...

Harga Per Kantong Darah Rp 370 Ribu

WONOSOBO—Harga per satu kantong darah sebagai ganti jasa pemeriksaan pengambilan dan cross matching (pencocokan dengan penerima darah) dari Palang Merah Indonesia Wonosobo sebesar Rp...