33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Wali Kota Pekalongan Meninggal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal. Wali kota yang akrab disapa Alex ini ditemuka tidak sadarkan diri di dalam kamar, setelah istirahat dari perjalanan dinas di Makassar.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Pekalongan, Arief Karyadi, menjelaskan,  selepas kegitan luar kota Alf Arslan sempat ke kantor. Akan tetapi, merasa badannya tidak enak dan mengeluhkan dadanya sakit. Kemudian pulang ke kediaman pribadi di Jalan Toba sekira pukul 11.30, dengan asumsi akan kembali ke pemkot pada pukul pukul 13.30 WIB. Namun pihak pemkot dapat kabar wali kota terjatuh di dalam kamar, sehingga segera mengirim tim medis ke rumahnya.

Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).
Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid (Ist).

“Beliau baru saja pulang dari perjalanan dinas dari Makassar untuk menghadiri pameran Sulsel Expo 2017,” ungkap Arief.

Kemudian wali kota dibawa ke RSUD Bendan, Kota Pekalongan, untuk mendapatkan perawatan, namun kondisinya terus memburuk dan akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB jiwanya tidak tertolong lagi.

Dokter Spesialis Penyakit dalam Rumah Sakit Umum Bendan dr Kukuh Subekti menjelaskan, saat perawat datang ke kediaman Alex langsung masuk ke kamar. Kondisi tubuh wali kota dalam keadaan terbaring telungkup, dengan posisi tubuh yang tidak nyaman, dimungkinkan terjatuh.

“Pak Alex saat ditemukan perawat kami, kondisinya telungkup, sudah tidak bernafas, tidak teraba ada nadi dan detak jantung,” ucap dr Kukuh.

Tanpa dilakukan tindakan, perawat langsung membawa Alex ke RSUD Bendan untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut. Namun setelah dilakukan resusitasi (pertolongan jantung paruh) selama 2,5 jam oleh tim yang dipimpin dr Bima Spesialis jantung, dinyatakan meninggal dunia, pada pukul 15.30 WIB. Kemudian jenazah langsung dibawah ke rumah duka di Jalan Danau Toba Pekalongan Timur Kota Pekalongan.

Menurut dr Kukuh, kematian Alex diperkirakan penyebabnya ada dua kemungkinan, yaitu sumbatan jantung koroner atau bisa sumbatan pembuluh darah di otak, karena terlepasnya gumpalan darah yang entah dari mana.

“Secara teori ada dua kemungkinan, lepas gumpalan darah ke dalam jantung dan ke otak, sehingga menyebakan meninggal dunia,” ucapnya. Terkait riwayat sakit dari almarhum, selama ini dari catatan medis tidak memiliki riwayat sakit jantung.

Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan dimakamkan di kompleks makam di Pondok Pesantren Junaid, di sampaing makam ayahandanya tercinta H Junaid.

Putra pasangan H.A Zaky Arslan Djunaid dengan Hajjah Kustiningsih itu menikah dengan Hajah Ratna Sifia Sunhadji dan dikarunia dua putri kembar Amadea Revalana Djunaid dan Amadea Alena Djunaid. Almarhum Achmad Alf Arslan Djunaid adalah Wali Kota Kota Pekalongan periode 2015-2020 dan mengemban tugas bersama dengan Wakil Wali Kota Saelany Mahfudz. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PP Tegaskan Netral di Pilgub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila dan sayap organisasi dibawah naungannya yakni, Srikandi PP dan Sapma PP serta Badan Penyuluhan dan...

Eka Eki

Eka-Eki muncul di Amerika Serikat. Ini hari ke-6 --demo protes di lebih 40 kota di Amerika Serikat. Di hari ketiga tentara Amerika Serikat sudah diturunkan ke...

Target Banyak Gol di Laga Pemanasan

SEMARANG – PSIS akan melakoni laga ujicoba versus Persekap Kabupaten Pekalongan di Stadion Citarum Semarang sore nanti. Laga tersebut akan digunakan oleh coach Subangkit...

Makna Bulan Ramadan

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Warahmatullah, Saya mau bertanya, kenapa puasa diwajibkan pada bulan Ramadan? Apa makna bulan Ramadan itu sendiri? Azmi di Semarang 085740748xxx Jawaban : Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Azmi...

Pejabat Bersihkan Kali Tuntang Lama

DEMAK-Para relawan turun ke Sungai Tuntang Lama membersihkan berbagai sampah yang menumpuk. Banyaknya enceng gondok yang tumbuh di aliran sungai sepanjang Jalan Raya Demak – Bonang, hingga...

Astra Siap Layani Pemudik

SEMARANG – Hadapi mudik lebaran, Grup Astra menyiapkan 1.752 teknisi, 103 bengkel siaga, 10 pos siaga, 27 Garda Siaga dan 33 Emergency Roadside Assistance....