33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Tiga Upaya Hendi Tangani Krisis Air

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG-Kemarau panjang yang melanda beberapa bulan belakangan, mengakibatkan masyarakat di dua wilayah Kota Semarang, yakni Deliksari, Kecamatan Gunungpati dan Rowosari, Kecamatan Tembalang, kesulitan air bersih. Sebab sumber air bersih yang selama ini menjadi andalan warga mulai mengering.

Di Deliksari sendiri sekurangnya ada 300 kepala keluarga yang kesulitan air bersih.  Saat ini untuk keperluan sehari-hari, warga hanya mengandalkan air dari sebuah sumur dengan kedalaman 6 meter.

Warga sendiri harus mengantre untuk memanfaatkan sumur tersebut, dan setiap kepala keluarga hanya bisa mendapatkan 4 jerigen air setiap 2 hari sekali. Sehingga untuk memenuhi kekurangan air, warga terpaksa membeli air dari penjual air keliling. Warga harus mengeluarkan uang  sebesar Rp 30 ribu perhari untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Ana Sumardani, warga RW 6 Desa Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, mengatakan dirinya terpaksa harus membeli 8 jerigen untuk memasak dan mencuci. Hal tersebut sudah terjadi selama dua bulan terakhir. “Karena sumur kering dan sendang yang masih mengalir jaraknya jauh,” katanya, Kamis (7/9) kemarin. Menurutnya, selama kurang lebih 28 tahun tinggal di daerah tersebut, sampai sekarang belum ada jaringan PDAM yang masuk.

Siyami warga lain mengatakan, setiap hari menghabiskan sekitar 16 jerigen air. Satu jerigen ia beli dengan harga sebesar Rp 2 ribu, yang diambil dari sendang sejauh tiga kilometer. “Akeses ke Sendang susah, dari pada ribet mending beli apalagi jalannya hanya bisa dilalui jalan kaki. Saya beli dari warga sini juga yang mengambil air,”tambahnya.

Menyikapi kekeringan, Hendrar Prihadi bergerak cepat melakukan tinjauan guna mengurai permasalahan tersebut, Kamis (7/9), kemarin wali kota meninjau Desa Deliksari. Pihaknya akan melakukan tiga upaya untuk mengatasi krisis air bersih di Deliksari.

“Permasalahan air bersih akan kita optimalkan dengan langkah awal menginstruksikan kawan-kawan PDAM untuk mengirimkan tangki air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih seperti daerah Deliksari di Kecamatan Gunungpati dan Rowosari, Tembalang. Setiap hari akan kita drop satu tangki air bersih sampai kondisi sumber air bersih normal lagi. Ini gratis tanpa dipungut biaya,” ujar wali kota.

Upaya kedua, dengan subsidi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang  melakukan pemasangan baru PDAM hanya dikenakan biaya Rp 900 ribu dan dapat diangsur hingga 10 kali serta untuk biaya per bulannya dalam pemakaian 3-10 m3 hanya sekitar Rp 50 ribu.

Wilayah Deliksari sebenarnya sudah ada jaringan instalasi air bersih pemasangan aliran air bersih PDAM ke Deliksari. Upaya ini sebenarnya sudah siap dan dalam 2-3 minggu ke depan akan mulai dialiri air PDAM, namun karena warga belum satu suara, maka untuk pemasangan baru instalasi ini belum bisa terlaksana.

Dan upaya lainnya yang akan dilakukan dalam jangka panjang untuk memperlancar aliran di Deliksari adalah dengan membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Semarang Barat. Karena dengan membangun SPAM Semarang Barat, maka reservoir milik PDAM di Gunungpati yang saat ini juga dialirkan ke Semarang Barat melalui reservoir Manyaran, bisa difokuskan alirannya ke daerah Gunungpati. “Dengan SPAM Semarang Barat yang sumber airnya dari Waduk Jatibarang ini akan bisa mengaliri 60.000 KK yang nantinya akan kita arahkan ke Ngaliyan, Tugu dan Semarang Barat” pungkas Hendi sapaan akrab wali kota. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Indonesia Darurat Pernikahan Dini

SEMARANG - Indonesia sudah darurat pernikahan dini. Dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, satu dari sembilan anak perempuan menikah di bawah usia...

Sistem Zonasi PPDB yang Menguras Pikiran dan Tenaga Orang Tua

PENDAFTARAN penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi jenjang SMPN maupun SMAN begitu menguras tenaga dan pikiran emak-emak. Terlebih bagi orang tua yang anaknya...

Harga Beras Kerek Inflasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kenaikan harga beras sepanjang Januari lalu mendorong inflasi yang cukup tinggi di Jateng. Yaitu mencapai 0,88 persen, lebih tinggi dari inflasi...

70 Lukisan Dipamerkan

TEMANGGUNG–Sedikitnya 70 lukisan karya pelukis atau perupa asal Temanggung, Yogyakarta, Borobudur, Grabag, Boyolali, Ambarawa, Semarang, dan Wonosobo dipamerkan di Pendopo Pengayoman Temanggung selama lima...

Amankan May Day tanpa Senjata Api

SEMARANG - Sebanyak 864 personel gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng disiapkan untuk pengamanan aksi May Day atau Hari Buruh pada Senin (1/5) mendatang....

Akreditasi RSUD Terancam Turun

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Dewan Pengawas RSUD Kota Salatiga khawatir akan kondisi yang terjadi di tubuh instansi kesehatan ini paska pengajuan surat mundurnya direktur utama,...