32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Serahkan Bantuan 513 Paket Mesin Konverter Kit

DEMAK – Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merealisasikan bantuan berupa paket koverter kit sebanyak 513 unit mesin dan perlengkapannya untuk perahu nelayan di pesisir Demak.

Bantuan diberikan langsung oleh Dirjen Migas Ego Syahrial disaksikan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto, Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina B Trikora Putra dan Bupati Demak HM Natsir.

Pemberian bantuan untuk nelayan kecil di Pelabuhan Ikan Morodemak, Kecamatan Bonang ini merupakan edisi tahun kedua setelah setahun sebelumnya diberikan sebanyak 400 paket mesin konverter kit.

Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto mengatakan, adanya bantuan tersebut dinilai dapat meringankan beban nelayan saat melaut. Sebelumnya, nelayan menggunakan perahu sopek dengan mesin yang boros energi. “Setiap melaut mereka pakai bahan bakar premium. Setidaknya, butuh biaya Rp 150 ribu per-hari untuk membeli bahan bakar ini. Namun, setelah pakai mesin converter kit yang bahan bakarnya pakai elpiji 3 kilogram, biaya operasional mesin perahu lebih murah. Sebab, ongkos bahan bakar lebih irit,” kata anggota DPR dari dapil Jateng 2 meliputi Demak, Kudus dan Jepara ini.

Daryatmo menambahkan, Komisi VII mencoba mendorong terus pemerintah agar betul-betul mendidik masyarakat dengan menyediakan bahan bakar gas, termasuk untuk nelayan.“Nelayan dipesisir Demak ini perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu, pembagian konverter kit ini tepat sekali karena dapat membantu nelayan dalam memperbaiki penghasilannya saat melaut. Sebab, beli bahan bakar elpiji lebih murah dibandingkan bensin atau solar,” katanya.

Dirjen Migas Kementrian ESDM, Ego Syahrial mengungkapkan, pada 2017 ini, pihaknya membagikan sebanyak 16.981 paket converter kit senilai Rp 120.92 miliar untuk nelayan di 26 kabupaten se-Indonesia, termasuk di Demak ini dengan 513 paket. Menurutnya, bantuan terdiri dari konverter kit,  mesin kapal, serta pemasangan tabung elpiji.

Adapun, kriteria penerima adalah nelayan pemilik perahu kurang lebih 5 grosstone (GT), kapal berbahan bakar bensin, solar dan berdaya mesin kurang lebih 13 HP serta belum pernah menerima bantuan sejenis. “Paket ini sudah kita jalankan sejak 2016,” ujarnya.

Menurutnya, dengan bahan bakar elpiji ini nelayan bisa menghemat biaya 50 persen. Selain lebih murah, nelayan juga tidak perlu jauh jauh beli premium di SPBU. “Distribusi paket perdana elpiji 3 kg untuk nelayan kecil ini sekaligus mendukung ketahanan energi sesuai Perpres Nomor 126/2015 tentang penyediaan dan penetapan harga elpiji untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil,” katanya.(hib/sct/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here