Pembentukan Karakter Siswa Melalui Mapel PPKN

spot_img

TIDAK sedikit siswa yang beranggapan bahwa mata pelajaran PPKN adalah  pelajaran yang membosankan karena hanya berisikan teori tanpa ada bentuk nyatanya. Siswa kerap mengesampingkan mata pelajaran tersebut dengan berdalih bahwa PPKN dapat dinalar tanpa harus memperdalam materi. Sudah saatnya pandangan tersebut perlu diluruskan oleh seorang guru.

Penyampaian materi PPKN oleh guru sebaiknya dilakukan secara kreatif agar materi dapat tersampaikan pada sikap maupun perbuatan siswa. Budi pekerti adalah sikap atau perbuatan yang harus dimiliki oleh siswa baik di rumah, sekolah, ataupun lingkungan masyarakat. Seperti yang terdapat dalam dasar negara kita Pancasila, apa yang kita perbuat sebaiknya harus mencerminkan nilai-nilai sila Pancasila.

Salah satu penanaman untuk mengamalkan sila-sila Pancasila adalah dengan pendidikan budi pekerti. Pendidikan budi pekerti di sekolah diajarkan melalui mata pelajaran PPKN. Selain sebagai mata pelajaran budi pekerti, PPKN juga mengajarkan tentang moral bangsa. Moral di sini berkaitan dengan hubungan kepada Tuhan sebagai pencipta alam dan sekitarnya dan mencangkup hubungan hati nurani manusia untuk selalu berbuat baik, disiplin dan bertanggung jawab.

Baca juga:   Metode Role Playing Jadikan Pembelajaran Teks Negosiasi Lebih Menarik

Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Dengan karakter yang tepat maka akan menghasilkan generasi muda yang berkarakte pula. Saat ini pemerintah tengah menggalakkan pendidikan dengan penguatan karakter di setiap sekolah. Penguatan ini dimaksudkan agar setiap sekolah memiliki ciri khas yang dapat membedakannya dengan sekolah lain. Masing-masing sekolah berusaha menonjolkan karakter masing-masing sebagai program unggulannya.

Penanaman pendiddikan karakter diajarkan melalui mata pelajaran PPKN dan agama sebagai sarana yang tepat. Pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah banyak membawa perubahan tingkah laku bagi siswa. Seperti dibudayakannya senyum, salam dan sapa. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pelajaran di mulai, di samping itu setiap usai pelajaran diwajibkan menyanyikan lagu-lagu daerah.

Hal tersebut membawa dampak  ke arah yang lebih baik bagi siswa, dan dapat pula dirasakan manfaatnya oleh guru dan seluruh staf karyawan.

Namun demikian, pembinaan watak melalui pendidikan kewarganegaraan belum dapat berhasil tanpa melibatkan mata pelajaran lain dan pembinaan kesiswaan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, diharapkan dapat membentuk warga negara yang melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa yang nantinya dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari siswa. (*/aro)

Baca juga:   Pembentukan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam

Author

Populer

Lainnya